GIANT VS CARREFOUR

Hypermarket, kira-kira seperti itulah brand yang dikedepankan oleh dua merk ini dan beberapa merk lain. Sebuah layanan one stop market dimana semua kebutuhan dijual di sana, dari kebutuhan sehari-hari sampai kendaraan bermotor dijual.

Kenapa gue tertarik membahas dua brand ini? Dari segi umur CARREFOUR lebih unggul karena sudah lebih dulu bermain di segmen ini dibandingkan dengan GIANT – anak perusahaan dari HERO supermarket – yang baru bermain di segmen ini sekitar dua tahun yang lalu. Namun ada yang unik di sini, GIANT berusaha memenangkan brand dengan positioning “produk dalam negeri” dan produk “termurah”, yang jelas tidak dimiliki oleh CARREFOUR atau hypermarket lain. Jelas ini agak menguntungkan GIANT, tapi seberapa berpengaruhkah positioning ini terhadap segmentasi pasar? Berikut akan saya bahas.

Gue kebetulan juga seorang customer dari kedua merk tersebut, biasanya gue carrefour karena jaraknya lebih dekat. Tapi beberapa karena banjir jakarta kemaren, carrefour deket rumah gue – MT Haryono – kerendam, jadi nggak bisa melayani sehingga gue terpaksa ke hypermarket terdekat dan pilihan kedua adalah Giant. Tampak sekali perbedaan kualitas pelayanan yang mencolok antara Giant dan Carrefour. Saya menilai pelayanan Giant dan Carrefour dari beberapa segi

1. Kebersihan
Sewaktu datang ke Giant, saya yang biasa berbelanja di carrefour merasa aneh karena tempat belanja yang terkesan kotor dan pencahayaan yang redup semakin menambah kesan kurang bersih. Ditambah lagi waktu gue ke toiletnya. Hmmm.. kotor banget, pispotnya mampet, di wc masih ada sisa-sisa orang sebelum gue. Akh pokoknya nggak banget deh. Sangat berbeda dari tempat saya belanja biasanya, yang sudah cukup memberikan nilai kebersihan.

2. Interaktivitas pelanggan
Di tempat biasa saya belanja selalu ada orang yang menginformasikan penawaran produk melalui interkom jadi pelanggan lebih merasa diperhatikan. Sedangkan di Giant hal ini belum ada. satu hal yang ada yaitu musik, itupun lagunya bukan lagu baru dan nadanya mellow sehingga cukup membuat orang enggan belanja -ngantuk-.

3. Kesan Lux
Kesan lux sama sekali nggak keliatan di Giant, kesan yang saya dapatkan justru masih ada kesan tradisional dan kurang modern.

Melihat kasus diatas terlihat sekali kalau keunggulan harga dan branding saja belumlah cukup. Contohnya adalah saya. Saya sebagai orang Indonesia sempat bangga dengan produk Giant yang saya anggap mewakili Indonesia di negerinya sendiri. Tapi setelah merasakan layanan, jelas saya kecewa dan merasa Giant nggak pantes mewakili Indonesia, dan bagi sebagian besar orang seperti saya lebih baik mengeluarkan sedikit uang lebih tetapi mendapatkan kenyamanan dibandingkan hanya sedikit murah tetapi kenyamanan sama sekali terpangkas.

Kalau Anda pilih yang mana?

9 Responses to “GIANT VS CARREFOUR”

  1. dizal Says:

    Apa bener GIANT itu Indonesia, bukannya Brand Jepang, buat saya keduanya sama aja yang satu setor ke Prancis yang lainnya ya Jepang.Kenepa keduanya bisa ngejual murah. karena keduanya menekan harga supliernya masing2. Jadi buat pebisnis muda yang merasa Indonesia sebaiknya mikirin bagaimana petani kita atau industri kecil kita bisa menjual produknya ditempat yang tidak menindas. Atau jaman sekarang mencari keuntungan identik dengan penindasan?

  2. suharjono Says:

    Setau saya iya… Dari branding yang dia lakukan, atau mungkin itu strateginya dia sendiri saya nggak tau..

    Menyoal masalah penindasan. Balik lagi ke tujuan lo mau usaha / bisnis yang niatnya semata-mata mencari untung atau untuk kesejahteraan bersama. Prinsip bisnis kan

    Kita memberikan kebaikan dan orang lain yang merasakan kebaikan itu akan membalas dengan kebaikan juga kepada kita.

    Jelas banget kan di sini yang disebutin duluan masalah memberi bukan menerima. Kalo perspektifnya begitu menurut gw nggak ada yang akan merasa tertindas

  3. Adikarsa Says:

    Giant itu perusahaan malaysia yang sekarang perusahaan induknya di malaysia itu juga sudah di akuisisi oleh perusahaan dari afrika selatan, yang bener-bener Gerai Ritel Hipermarket asli indonesia itu ya Hypermart punyanya PT. Matahari Putra Prima. yang udah memulai bisnisnya lebih dari 50 tahun di Indonesia, walaupun sekarang manajemennya udah dikelola oleh orang asing, karena memang mereka punya keahlian yang sangat baik untuk mengelola ritel, ngga ada salahnya kan kalo orang ekspat itu dikasih kesempatan untuk mengelola Brand Indonesia. Tapi itu bukan berarti Hypermart di akuisisi sama asing cuma ekspat itu dipekerjakan sama yang punya Grup Matahari. Harga Produk yang dijual di Hypermart juga termurah dan tidak menekan suppliernya. Harga produk Hypermart bisa murah karena melakukan kerjasama dengan stakeholdernya (supplier)dan untuk promo diskon Hypermart juga melakukan kerjasama dengan Bank-bank dan lembaga finansial lainnya jadi produk-produk yang dijual bisa “Muraaah banget” tanpa merugikan siapapun. terus hal yang perlu disoroti adalah keculasan Carrefour indonesia dan Giant yang “bermain” hingga bisa menyalahi aturan pemerintah yaitu membuka gerainya dekat dengan pemukiman masyarakat hingga akibatnya mematikan pasar tradisional yang ada disekitarnya, hal ini yang sangat disayangkan mengapa selalu saja terjadi di indonesia. pemerintah juga diam saja tanpa mengambil langkah prefentif untuk menindak lanjuti mengenai hal tersebut. seperti yang dikatakan oleh saudara dizal bahwa memang benar kalo PT Carrefour Indonesia itu menekan Suppliernya. Dengan jahatnya Carrefour membuat sistem persediaannya yang sangat merugikan supplier, asosiasi supplier juga sudah mengadukan hal tersebut ke DPR namun ya para wakil rakyat kita itu diam saja karena sudah ada “permainan”. Di Indonesia Uang Berkuasa Jadi kalau bisnis ritel ingin sukses di Indonesia ya harus kuat modal “Sogokannya”.

  4. anindita Says:

    menurut saya yang sudah lebih dari 7 tahun bekerja di ritel,giant adalah ritel yang tampilannya sederhana,mungkin memang kurang lux sih..apalagi kalau saya lihat dari gedungnya kesannya tua,tetapi ada hal lain yang harus saya perhatikan dari giant dimana kita yang bekerja diritel lebih sering melihat ritel lain dari yang negatif dan “tidak sehat”…produk giant banyak juga yang kualitasnya lebih bagus dari ritel dimana saya bekerja,dan barang-barang tersebut dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan hypermarket lain..

  5. shOOga beBzZ(ag()3Sz) Says:

    tau deh pussing nih pala gw,gw kepingin tape philips tapi harganga ngga diskon-diskon
    capppedeeee maaaaa……

  6. bangkamil Says:

    Tau gak, yg namanya Carrefour, Giant, Hypermart yg berdiri di tengah kota itu bisa mematikan pedagang kecil dan tradisional.. Di negara asalnya, pedagang grosiran itu adanya di tepi kota, jauh dari keramaian..

    For me, sebisa mungkin belanja di pasar tradisional.. Hidup Rakyat Indonesia!!

  7. dicky satria Says:

    bener kata bangkamil, tapi perusahaan” ritel tersebut membukanya dengan tujuan atau pada segmen tertentu.. coba bayangin, klo anda ke pedagang atau pasar tradisional, udah becyek ga ada ojyek, jadi lebih males lagi kan belanjanya,,. terkecuali para PR” kita. (PR=Pembantu Rumahtangga), kemungkinan memilih pasar tradisional sebagai tujuannya..
    dengan adanya pembukaan toko eceran yang hypermarket jadi bikin masyarakat Indonesia, khususnya Kota Jakarta lebih konsumtif lagi.. coba bayangin klo anda pergi ke salah satu hypermarket, awalnya kita membeli produk yang sudah kita rencanakan untuk membeli, namun pada saat di tempat tujuan, pasti kita tergiur oleh produk” lain yang terlihat menarik, dan disini kita harus mengendalikan diri..
    so……

  8. ochin Says:

    maaf sebelumnya, apakah salah satu giant dan carrefour yang dekat dengan rumah Anda sudah cukup untuk mewakili keseluruhan Giant dan Carrefour? mohon dipertimbangkan :)
    terimakasih..

  9. rreeoo Says:

    Klo saya mau beli barang pak..bukan jalan2 di hyper market … jadi memang ada beberapa barang yang kadang gak ada di giant, tapi di miliki carefour dan sebaliknya.. klo belinya hanya untuk belanja ala kadarnya,, mau carefour ato giant ya ga masalah

    tapi klo mo belanja elektronik ato perlengkapan ..saya lebih milih yang lebih murah, klo seperti kemaren untuk beli DVD kebetulan giant memberikan harga yang lebih murah..

    peace

Leave a Reply