Home > Management, Opini Gue, Pengalaman > Olahraga dan Management

Olahraga dan Management

Hari sabtu lalu saya menonton semifinal olimpiade UI cabang voli yang mempertemukan tim bola voli dari Fakultas Ilmu Komputer – Fakultas gue – dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebenernya gue nggak terlalu suka sama voli, tapi gue pengen aja melihat paling tidak satu kali pertandingan fakultas gue dengan fakultas lain. Awalnya gue pikir, gue bakalan buang-buang waktu dengan menonton voli yang emang gue sendiri nggak terlalu suka walaupun sedikit-sedikit gue juga bisa main.

Ada dua hal yang bisa gue dapet hari itu.Pertama gue sadar kalo ternyata sebuah pertandingan olahraga – bagi yang suka olahraga tersebut – sangatlah membakar emosi dan membuat semua orang termasuk penonton terbawa suasana dengan berekspresi suka ria maupun sorak-menyorak. Tapi bukan hal ini yang ingin gue sorot, tetapi satu hal lagi yang ingin gue sorot. Tetapi hal yang jauh lebih menarik

Hal tersebut adalah kaitan antara olahraga dan management. Nggak sengaja gue berpikir kenapa tim bola boli fasilkom harus kalah adakah yang salah? Padahal dari awal sudah tim bola voli fasilkom cukup lah untuk menang. Gue mengkaitkan dengan peran seorang pelatih dalam sebuah tim olahraga. Sebenarnya apa sih perannya, kayaknya enak-enakan aja. Ternyata gw berpikir ternyata itu salah. Peran seorang pelatih bagaikan seorang manager dalam sebuah perusahaan. Dia harus mengenal karakter, kelebihan dan kekurangan dari setiap pemainnya. Dan itu bisa dilakukan melalui latihan dan ujicoba-ujicoba, melalui latihan selain mengenal karakter juga bisa dipantau perkembangan setiap pemain.

Modal inilah yang dibawa sang pelatih saat bertanding melawan tim lain. Satu kata kunci efisiensi, itulah yang harus dilakukan sang pelatih. Pelatih harus memikirkan bagaimana dengan kekuatan seminimal mungkin untuk mengalahkan lawan. Dengan berbagai cara, menutupi kekurangan dan memaksimalkan kelebihan. Dan kadang kala juga timbul masalah saat bertanding dan itu merupakan tugas seorang pelatih untuk mencari pemecahan masalahnya. Jadi dengan management yang baik walaupun kekuatan sedikit bisa saja mengalahkan tim kuat tetapi tidak memiliki management yang baik.

Pada pertandingan voli itu gue melihat dari segi kekuatan tidak berbeda jauh, FIB hanya berada sedikit di atas Fasilkom. Dan kedua tim sama-sama tidak memiliki management yang baik. Jadi hasilnya fasilkom kalah. Seandainya Fasilkom punya pelatih yang telah memanage dengan baik gue yakin Fasilkom menang hari itu.

Menurut lo gimana?

About these ads
  1. November 21, 2007 at 7:45 am | #1

    menurut lo begitu
    dan gw setuju sakali tentang pendapat lo. pelatih juga merupakan seorang manjer dalam sebuah tim, mao bolavoli, sepakbola, basket, smua lah.
    pelati harus bisa mngenali para pemain yang dia latih. dengan begitu tim akan mengerti bagaimana bekerja secara kelompok or tim.

  2. jadul
    March 22, 2009 at 6:47 pm | #2

    bicaramu lo jngan sok gaul cok!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: