Film KCB (Ketika Cinta Bertasbih)

Novel KCB (Ketika Cinta Bertasbih) adalah novel best seller lain karya Habiburrahman El Shirazy yang akan mengikuti novel sebelumnya — Ayat-ayat Cinta — yang akan masuk ke layar kaca. Bersumber dari koran Republika hari ini, 26 Mei 2008, produksi film KCB sudah masuk ke tahap pencarian aktor. Mungkin agak beda dari AAC, audisi untuk KCB yang sekarang ini terbuka untuk umum. Dari sumber yang sama pula katanya dari setiap kota yang dilakukan audisi akan diambil 100 kandidat — jumlah yang mengagumkan. Termasuk Jakarta yang kebagian tanggal 13-14 Juni (kalau nggak salah). Artinya juga akan banyak sekali yang akan kecewa nih mengingat peran utamanya kan cuma 5 orang (Azzam, Anna, Furqan, Husna dan Eliana).

Ada hal yang menarik di tengah fenomena film-film dakwah ini. Meski mengandung nilai-nilai dakwah di dalamnya baik KCB maupun AAC, adalah novel yang menceritakan kisah cinta antara sepasang lelaki dan perempuan. Nah artinya filmnya juga pasti ada scene dimana dua pemeran lelaki dan perempuan itu saling berpegang tangan atau apapun lah yang seharusnya tidak dilakukan antara dua orang yang bukan muhrim — di film AAC scene seperti itu sudah terbukti ada. Kalau di novel mungkin gak apa-apa, karena tokohnya hanya ada di angan-angan.

Melihat animo masyarakat di audisi yang sudah diselenggarakan, tampak kalau yang ambil bagian di audisi adalah gadis-gadis yang berjilbab, termasuk yang sudah berjilbab ihram. Duh mbak-mbak, tetah-teteh, uni-uni dah siap melakukan scene-scene seperti yang saya sebutkan di atas? Sayang banget kalau kalian sampai mengkompromikan keyakinan kalian hanya untuk popularitas.

Kayaknya supaya halal untuk film-film seperti ini dua pemeran utamanya harus suami-istri deh :P Jadi harus dinikahkan dulu. Kalau nggak ya dosa atuh.

Ada yang masih berminat? Sambil menyelam minum air, sambil audisi sambil cari jodoh.. hehe :)

(Ditulis setelah membaca berita di Koran Republika 26 Mei 2008 yang memberitakan hal serupa)

5 Responses to “Film KCB (Ketika Cinta Bertasbih)”

  1. aakhee Says:

    tenggelam jon, klo menyelam sambil minum aer :P
    abis audisi klo kena peran suami istri..langsung nikah deh :P

    apa acara audisi sekalian dijadikan acara kontak jodoh heheheh

  2. suharjono Says:

    Bisa jadi gitu gus…. Daripada2

  3. kunderemp Says:

    Chaerul Umam (calon sutradara KCB) dan Imam Tantowi (calon penulis skenario KCB) itu dikenal lebih “strict”. Lihat saja film Fatahillah yang dibuat tahun 1997.

    Berbeda dengan Hanung Bramantyo (sutradara AAC) dan Salman Aristo (penulis skenario AAC) yang lebih lunak.

    Satu sisi,
    mungkin penggemar Kang Abik lebih menyukai garapan Chaerul Umam nanti karena mungkin lebih setia. Tetapi sisi lain, akan lebih membosankan buat penonton awam karena bakal terlalu propaganda.

    PS:
    aku gak suka novel AAC. Udah baca dan aku sangat kecewa. Bukan karena Fahri terlalu ‘alim’ seperti yang dibilang Hanung atau orang-orang lain, tetapi justru terlalu ‘lembek’ menurutku.

  4. suharjono Says:

    Nggak terlalu ‘lembek’ ah.. kalau yang di filmnya iya terlihat lebih lembek daripada di novelnya

  5. iqlima Says:

    KCB LOVERS

Leave a Reply