Dua Jenis Wadiah

Sudah pernah dengar kata wadiah? Buat yang belum denger Wadiah saya mau kasih tahu nih. Wadiah itu adalah titipan. Pasti selama kita hidup dan bersosialisasi dengan sesama manusia pasti kita pernah main titip-titipan. Subhanallah, betapa lengkapnya agama saya ini, sampai-sampai urusan titip menitip ini diatur secara adil dan terstruktur dalam ilmu ajaran muamalah.

Dalam ilmu muamalah wadiah dibagi lagi menjadi dua:

1. Wadiah Yad Dhamanah

Untuk jenis peminjaman yang satu ini si penitip mengizinkan orang yang menjaga barang titipan memanfaatkan barang yang dititipkan. Si penitip berhak meminta sesuatu yang dititipkan kapan saja dalam keadaan utuh. Dan satu lagi orang yang menjaga barang titipan boleh — boleh lho, bukan harus — memberikan bonus yang diperuntukkan kepada penitip.

Contoh:

X: Y, gue titip motor gw ke elu ya.. Kalau lo kalau mau pake, pake aja.

Y: Sip-sip.

(ternyata,  motor dipakai buat bolak-balik jakarta depok, dan saat pengambilan barang)

X: Y, kunci motor gue dong?

Y: Nih, oia Tadi gw isi bensinnya penuh, ternyata terpakai cuma sedikit X, tapi sisa bensinnya buat lo aja. Bonus..

2. Wadiah Yad Amanah

Kalau wadiah yang jenis ini, si penitip “pelit”. Jadi si pemilik barang tidak mengizinkan barangnya digunakan oleh orang yang menjaga barang. Tapi sebagai gantinya si penitip wajib — wajib lho, bukan boleh — membayar ke orang yang dititipi. Kecuali si orang yang dititipin bilang nggak apa-apa dan menganggapnya sedekah.

Contohnya:

Parkir. Kadang kita mungkin nggak sadar kalau waktu parkir mobil atau motor sebenarnya kita menitipkan barang milik kita, dalam hal ini motor atau mobil kita. Dan kita nggak mengizinkan tukang parkirnya pake mobil atau motor kita kan. Jadi sudah kewajiban kita untuk membayarkan tarif kepada orang yang menjaga.

Contoh wadiah lain yang cukup menarik adalah tabungan. Kalau temen-temen yang nabung di Bank Syariah, tabungan yang temen-temen setor secara default adalah Wadiah Yad Dhamanah. Jadi Bank bisa menggunakan uang yang temen-temen setor. Dan terkadang ada bonus yang diberikan oleh bank  yang besarnya tergantung kondisi keuangan Bank. Jadi bukan bunga. Untuk jenis wadiah yang satu lagi di dunia perbankan disebut dengan safe box atau custody. Nah kalau jenis tabungan yang ini Bank cuma akan menyimpankan uang dan tidak berhak memakainya. Dan temen-temen juga tidak akan mendapatkan bonus malah justru temen-temen yang wajib untuk membayar karena uangnya sudah dijagain oleh Bank.

6 Responses to “Dua Jenis Wadiah”

  1. kucingpemalu Says:

    mau nanya pak
    wadiah ini ngga perlu ijab kabul, pak?
    trus, belum pernah ikut bank syariah.
    jadi ngga tau, apakah di bank syariah, kalo duitnya dipakai bank, apakah ada catatannya yang diberikan pada kita?
    supaya bisa tau duitnya dipakai untuk apa, terus berapa dapat hasilnya…

  2. suharjono Says:

    kalau di bank syariah (setahu saya, soalnya belum pernah coba) kalau kita mau minta laporan keuangan bank boleh. KArena itu sudah jadi hak kita sebagai nasabah Jadi bisa lihat uangnya dipakai buat apa aja.

    Tentang ijab qabul. Perlu sebagai tanda bahwa kedua belah pihak sama-sama setuju dengan transaksi wadiah tersebut.

  3. yakhanu Says:

    pak saya mau buka penitipan sepeda motor
    mau saya kasih nama ” wadiah motor nur laela”

  4. yakhanu Says:

    mkasih dah mampir…..

  5. suharjono Says:

    sama2… mbak.. iki mbak tho kukira mas tadi… maaf ya…

  6. marshmallow Says:

    memang lengkap sekali peraturannya di agama kita. “maka nikmat apa lagi yang mau kamu dustakan?”
    makasih lho, info-infonya menarik.
    makasih juga udah mampir ke blog-ku.

Leave a Reply