Minggu lalu saya memperoleh sebuah kesempatan sangat langka. Kesempatan yang dalam seluruh rangkaian hidup saya, yaa baru kali ini saya memperolehnya. Kesempatan itu adalah kesempatan mengunjungi sebuah kota yang dinamakan Tegal. Maklum lebih dari setengah umur saya ini saya habiskan di kota besar yang bernama Jakarta yang penuh dengan hiruk pikuk kegiatan yang tiada henti sejak matahari terbit hingga terbit lagi. Lantas perjalanan ke kota kecil ini pun bak setetes embun di tengah gurun gersang, sangat menyegarkan dan menyenangkan.
Tegal paling terkenal dengan warung makannya yang tersebar seantero Indonesia, cukup satu kata “warteg”, pikiran sebagian besar orang pasti langsung tertuju pada rumah makan khas ala kota kecil ini. Maka, tidak salah kalau perjalanan ini menjadi sebuah wisata kuliner untuk memburu hidangan-hidangan asli kota Tegal. Selama berada di kota kecil ini terhitung terdapat tiga hidangan yang berkesan di lidah ini sampai turun ke hati. Hidangan itu adalah sauto tauco, nasi lengko, sate kambing muda dan sop kambing khas Tegal.
Kalau ingin menikmati sauto tauco dan nasi lengko yang paling enak, berdasarkan info dari teman saya yang buener2 asli orang tegal — dan saya pun sudah membuktikan — maka datanglah ke alun-alun kota tegal. Kemudian cari tempat makan yang namanya MORO TRESNO. Aroma khas tauco[1] nya benar-benar membangkitkan selera makan. Dan satu lagi yang kuliner yang tidak kalah khas adalah sate kambing muda Tegal beserta sop kambingnya. Pokoknya rasanya mak nyus tiada duanya. Apalagi ditambah, semua makanan dibayari oleh sahabatku yang dari Tegal itu, wah mak nyus nya jadi bertambah sepuluh kali lipat enaknya.
Nah… satu lagi makanan wisata kuliner yang patut untuk dicoba adalah warung lesehan yang dibuka setiap malam. Jangan salah warung lesehan bukan hanya ada di Malioboro Jogja saja, di Tegal juga ada, dan tentunya dengan ciri khas hidangan yang berbeda. Seperti layaknya warteg, warung lesehan Tegal ini juga menawarkan beragam pilihan makanan yang dapat dipilih semau kita. Nah kalau sudah malam dan dingin seperti saat itu minuman paling enak adalah teh poci hangat. Hmmm…. keharuman teh bercampur sensasi tanah liat membuat cita rasa teh menjadi semakin sensasional.
Kepada saudaraku Akhda Afif Rasyidi dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya telah membantu mewujudkan angan saya dan rekan-rekan untuk mewujudkan perjalanan ini. Untuk rekan-rekan, Mahen, Smell dan RAP, what’s next destination?
[1] Tauco adalah produk sampingan dari proses pembuatan tempe. Untuk beberapa orang aroma yang dihasilkan tauco dapat meningkatkan selera makan.


















April 16, 2009 at 5:08 pm |
ente seenaknya aja nanya2 next destination.
harus digilir nih. ke tegal kan gw yg pimpin/atur.
berikutnya ini smel bwt ke ujung kulon. berikutnya lagi lo yg pimpin.
btw, ketupat glebuk kelupaan tuh
April 16, 2009 at 5:31 pm |
ketupat glebuk nggak enak rap…
April 16, 2009 at 6:01 pm |
dalam rangka apa nih jalan2 ke tegal?
April 16, 2009 at 6:53 pm |
walah ada orang tegal…. main2 aja zar… iseng… penat dengan hiruk pikuk kota jakarta
April 29, 2009 at 1:09 pm |
wah… asyik ya… jadi laper :p
April 30, 2009 at 12:09 pm |
kapan2 ke sana aja mal…
April 30, 2009 at 1:31 pm |
wahhhh…jd pengin pulkam juga ne…boring bgt dibatam sini dah 1 th ngk balik2…kangen ma ketupat bongkok,lengko and soto tauco nya..mau dunkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…
April 30, 2009 at 2:33 pm |
Mbak dari tegal?