May 28, 2009

Apa yang akan saya ungkapkan di dalam postingan ini adalah sebuah pandangan pribadi saja.
Gue pribadi percaya, semua orang memiliki jodohnya masing-masing yang sudah ditentukan Yang Maha Kuasa waktu pertama kali nyawa kita ditiupkan. Jadi tak perlulah resah dan tak perlu gundah tidak menemukannya atau direbut orang lain. He / she is dedicated for you… believe it.
Betapapun kita berusaha menjodohkan apabila bukan jodoh maka tak akan bersatu juga. Justru sebaliknya apabila jodoh, betapapun usaha untuk memisahkannya bersatu adalah tetap sebuah keniscayaan.
Orang-orang sering bilang kalau jodoh itu di tangan Tuhan. Kalau dipikir-pikir bener juga. Dengan dibilang bahwa jodoh di tangan Tuhan, maka tidak ada jalan lain untuk tahu siapa jodoh kita selain mendekatkan diri kepadaNya. Karena kalau nggak deket gimana mau tahu?? So, sudah cukup dekatkah kita dengan Dia? Naah… Kalo sudah dekat dengan Dia, baru bisa deket sama si dia.
Orang tua yang bijak tidak akan menghadiahkan sepeda kepada anaknya yang masih berumur 2 tahun, yang jangankan untuk mengendarai sepeda, berjalan saja sulit. Begitu juga dengan Dia yang Maha Bijaksana, Dia tidak akan begitu aja memberitahukan dan mempertemukan kepada kita siapa jodoh kita apabila kita belum siap mengetahuinya. Dia hanya akan mempertemukan saat kita siap. Jadi mari persiapkanlah diri.
Meskipun kita tidak tahu siapa yang ditakdirkan menjadi jodoh kita, satu hal yang pasti adalah dia adalah orang sudah kita kenal. Maka perluaslah pergaulan dan jaga hubungan baik dengan semua orang.
24 Comments |
Renungan, Tulis Aja | Tagged: cari istri, cari jodoh, cari suami, cinta, jangan gundah, jangan resah, jodoh, jodoh di tangan tuhan, sabar, soulmate |
Permalink
Posted by suharjono
April 28, 2009
Flu Babi, seluruh dunia membicarakannya. Semua media informasi memuat headlinenya. Sepertinya si Flu Babi ini sudah menjadi buah bibir yang sangat manis untuk dibicarakan dimana-mana. Sangat wajar karena hal ini menyangkut hal yang sangat penting yang manusia manapun tidak dapat mencipta atau membeli. Nyawa.
Penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1 ini memiliki gejala sebagai berikut:
- Demam
- Batuk Pilek
- Lesu, letih
- Nyeri Tenggorokan
- Nafas cepat / Sesak Nafas
- Mual, Muntah
- Diare
sumber: milis Forumtausiah, ditulis oleh lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI
Berdasarkan hipotesa saya, Insya Allah di Indonesia Flu Babi tidak akan sepopuler kakaknya Flu Burung. Hal yang mendasari saya berhipotesa seperti itu adalah kasta binatang jorok yang bernama babi ini bukan sebagai binatang yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti layaknya unggas/ayam. Karena kasta babi yang rendah ini, maka pasti peternakan maupun orang yang memelihara binatang ini sedikit.
Namun begitu, jangan anggap sepele juga penyakit Flu Babi ini karena seperti flu burung, flu babi juga dapat menular melalui udara dan kontak dengan penderita. Mari sama-sama kita waspada dan menjaga kesehatan kita masing-masing.

3 Comments |
Lingkungan, Tulis Aja | Tagged: babi, demam, diare, fkm, flu babi, flu babi di indonesia, flu burung, flu meksiko, flu mexico, gejala, gejala flu babi, gejala swine flu, indonesia, jaga kesehatan, peternakan babi, pilek, swine flu, swine influenza |
Permalink
Posted by suharjono
April 3, 2009
Membahas transportasi umum di negeri ini rasanya sudah seperti berbicara tentang film horor saja. Pesawat jatuh, kapal tenggelam, kereta api tabrakan, busway terbakar satu per satu silih berganti mewarnai headline di surat-surat kabar. Seolah-olah bencana itu satu sama lain sudah terkoordinasi rapi mengikuti alur sebuah skenario, entah siapa sutradara tega di balik ini semua.
Di tengah rasa cemas, was-was atas tidak reliable-nya transportasi yang kunjung menghantui para pengguna transportasi umum, sebagian kalangan, termasuk diri saya mulai melirik transportasi pribadi sebagai solusi alternatif. “Daripada menggunakan transportasi umum yang sering telat, sering kecelakaan mendingan pakai transportasi pribadi, cepet dan biaya yang dikeluarkan nggak beda2 jauh”, pikir saya saat memutuskan mulai menggunakan motor sebagai kendaraan pribadi saya.
Setelah kurang lebih dalam kurun waktu satu tahun menggunakan motor baru saya sadari satu hal yang dimiliki transportasi umum dan tidak dimiliki transportasi pribadi. Walaupun transportasi umum dengan segala kekurangannya sering kali membuat jengkel, sakit hati, dan nyaris bunuh diri, perjalanan dengan transportasi umum akan membuat kita lebih merasa sebagai manusia. Hal ini disebabkan karena selama perjalanan dengan transportasi umum tidak sekedar perjalanannya saja yang ditunaikan tetapi komunikasi, interaksi atau bahkan diskusi–yang merupakan kebutuhan kodrati kita sebagai makhluk sosial–juga kerap dilakukan antar penumpang. Itu yang membuat transportasi umum lebih terasa nikmatnya. Sangat berbeda saat mengendarai transportasi pribadi dalam kasus saya tadi adalah motor. Jangan berharap berkendara motor bisa haha hihi, canda tawa, apalagi diskusi. Untuk meletakkan pantat sendiri saja terkadang sudah membuat motor penuh sesak, belum lagi kalau kepala dan muka sudah dibalut dengan helm, rasanya seperti sendirian saja di dunia ini, semua yang diucapkan, hanya diri sendiri sajalah yang dapat mendengarkan.

Ini (bukan) Motor Saya
4 Comments |
Opini Gue, Renungan, Tulis Aja | Tagged: biker, kapal, kecelakaan, kereta, motor, pesawat, transportasi, transportasi pribadi, transportasi umum |
Permalink
Posted by suharjono
March 25, 2009

Setiap nama pasti memiliki makna. Begitu pula dengan nama yang telah selama hampir dua puluh tiga tahun aku sandang. Suharjono. Namun selama hampir dua puluh tiga tahun itu pula aku tidak mengetahui makna dari namaku itu. Rasa keingintahuan ku memuncak, kemudian aku coba cari jawabannya melalui internet. Mungkin dari nama tersebut terdapat hikmah yang dapat saya petik.
Berdasarkan referensi yang nanti akan saya sebutkan satu per satu di bawah, nama Suharjono dapat dipenggal dengan dua cara:
pertama : su-harjo-no
kedua : suharjo-no
Kata “Su” memiliki makna baik, sangat, lebih.
Untuk Kata “Harjo” terdapat dua pendapat. Yang pertama menganggap “Harjo” berasal dari kata “Raharja” yang artinya selamat, sejahtera, makmur. Sementara untuk yang kedua menganggap kata “Harjo” berasal dari kata “Harja” yang memiliki makna bagus, indah, mulia, jernih.
Kata “Suharjo” sendiri memiliki makna orang yang cemerlang dalam segala hal.
Sementara untuk kata “No” apabila dilihat pada aksara Jawa memiliki pengertian cahaya atau keshalihan.
Saya tidak akan menarik makna dari nama saya sendiri namun saya coba menarik sebuah hikmah.
Dari sekian banyak makna-makna tersebut, semuanya memiliki arti yang baik. Sungguh mulia sekali kedua orang tua saya yang telah memberikan nama seindah ini kepada saya. Mungkin beliau berharap sifat-sifat baik tersebut melekat pada anaknya ini…
Nama adalah harapan.
Nama adalah do’a.
Dan semoga harapan dan do’a kedua orang tua saya dikabulkan Allah. Amiin
1 Comment |
Tulis Aja, biografi | Tagged: arti nama, harjo, no, su, suharjo, suharjono |
Permalink
Posted by suharjono
February 19, 2009
Terkadang bluffing efektif juga buat nakut-nakutin polisi. Seperti yang dilakukan anak sekolah terhadap polisi berikut:
Polisi: Bisa lihat STNK dan SIMnya, Dek ?!
Anak SMA: (dengan lantang) BAPAK tau NGGAK, saya ini anak JENDERAL !!
Polisi: (dengan suara pelan) emangnya kamu anak jenderal siapa nak?
Anak SMA: Jenderal Sudirman, Pak.
Polisi: Kamu ini…, PUSH UP…!!
~Kejadian Nyata di kawasan Tebet..
7 Comments |
Anekdot, Tulis Aja | Tagged: Anekdot, anak sekolah, polisi, lalu lintas |
Permalink
Posted by suharjono
January 13, 2009
Motor baru juga merupakan semangat baru bagi saya. Betapa tidak, pembelian motor ini merupakan pembelian menggunakan jerih payah hasil tetesan keringat sendiri setelah sekian lama bekerja. Segala upaya pun dilakukan agar sang motor terlihat bersih dan kinclong setiap saat.
Suatu sore saya meluangkan waktu untuk mencuci motor. Saya mencuci setiap jengkal dari motor saya dengan penuh ketelitian dan kejelian. Mulai dari bagian lampu dan speedometernya saya bersihkan, kemudian spionnya. Turun lagi ke bawah bagian body motornya yang hitam dan shock breakernya, tak saya biarkan satu titik debu pun tersisa. Kemudian turun lagi ke bagian rodanya, saya bersihkan setiap jari-jari roda sampai benar-benar terlihat kinclong. Alhasil, motor saya pun terlihat bersih berkilau.
Keesokan harinya saat akan berangkat ke tempat kerja, hujan turun dengan lebatnya. Jalan pun becek dan banyak genangan lumpur dimana-mana. Motor yang kemarin sore kinclong tanpa debu pun sampai di tempat kerja dalam keadaan belepotan lumpur, sudah tak tampak lagi kilauan yang sore sebelumnya saya lihat.
Saya terdiam, Semua pengorbanan waktu, tenaga dan ketelitian membersihkan motor musnah sudah. kecewa.. yah kecewa.. lebih baik tidak saya cuci motor kemarin
Tapi kemudian saya merenung, apabila semua orang mudah putus asa. Kemudian mereka berpikir malas belajar karena takut lupa lagi, malas makan takut nanti lapar lagi, malas bekerja toh nanti penghasilan akan habis lagi. Maka dunia tidak akan berputar.
Oleh karena itu, kondisi motor yang kotor tidak lantas membuat saya putus asa dan membuat saya memutuskan untuk tidak akan pernah mencuci motor lagi. Bahkan saya sadar dengan kondisi motor yang belepotan lumpur tersebut saya harus mencuci motor lagi agar motor saya kembali berkilau, walaupun untuk menjadi kotor lagi keesokan harinya. Motor menjadi kotor adalah keniscayaan, yang penting adalah upaya kita agar membuatnya bersih kembali.
Terinspirasi dari monolog Prie GS di Smart FM.
2 Comments |
Tulis Aja | Tagged: cuci motor, motor, prie gs, smart fm |
Permalink
Posted by suharjono
January 7, 2009
Pemilu..? ya, tahun ini adalah kesempatan kali yang kedua bagi diri saya sebagai pemilih. Berdasarkan pengalaman pemilu yang sebelumnya, perkenankan saya menyampaikan sebuah opini pribadi mengenai pelaksanaan pemilu pada tahun 2004 lalu.
Pada tahun tersebut model pemilihan calon legislatif dan calon presiden secara langsung adalah yang pertama dilakukan di Indonesia. Berdasarkan pandangan mata saya sebagai orang yang awam memilih saat itu adalah sebuah kebingungan saat memilih siapa yang akan mewakili saya di DPR, dan DPRD. Dan pada akhirnya siapa yang saya pilih adalah yang paling familiar menurut saya.
Apakah sehat pemilihan seperti ini? Benak saya mengatakan nggak–atau kurang. Dengan lingkungan sistem pemilihan seperti ini yang menjadi kriteria memilih sebagian besar konstituen suara adalah seberapa dikenal calon oleh konstituen. Tidak adanya upaya pencerdasan tentang informasi perbandingan komparatif antara setiap calon yang diterima oleh konstituen membuat mereka bingung. Mungkin alasan kebingungan ini pula yang menjadi alasan golput. Daripada salah memilih lebih baik tidak memilih. Sebuah pilihan logis apabila kondisinya adalah seperti itu.
Lalu bagaimana caranya supaya informasi komparatif calon-calon ini bisa diperoleh? Banyak sekali cara, kampanye dan debat adalah beberapa cara. Namun beberapa pengalaman di lapangan kampanye-kampanye lebih sering sekedar dijadikan ajang perkenalan diri (baca: nama, wajah, nomor urut, partai) dan menyuap masyarakat dengan hal-hal yang menyenangkan dibandingkan dengan menyampaikan informasi mengenai kompetensi calon. Jadi saat ini yang terpikirkan oleh saya, cara yang paling efektif adalah debat atau diskusi calon.
Nah, bermotivasikan hal tersebut saya dan teman-teman, yang memang berlatarkan skill set teknologi informasi mencoba berkontribusi tulus bagi negeri tercinta ini. yaitu melalui debatpemilu.com. Tujuan portal ini pada hakikatnya adalah memfasilitasi debat secara online antar calon-calon dan simpatisan dan tim sukses secara sehat. Harapannya hasil debat ini bisa menjadi tolok ukur pemilih dalam menentukan pilihan, siapa yang akan dipilih. Jadi tidak seperti membeli kucing dalam karung.
Kepada kawan-kawan pembaca blog saya, saya mohon bantuannya untuk mempublikasikan debatpemilu.com kepada teman dan kerabat dekat. Semua ini demi Indonesia yang lebih baik.
Bentuk dukungan dapat berupa apapun melalui apapun. Salah satu caranya adalah pemasangan banner ini ke blog temen-temen.
Masukkan code ini:
<a href=”http://debatpemilu.com/”> <img src=”http://debatpemilu.com/wp-content/uploads/banner1.gif” /> </a>
Terima kasih atas perkenan sahabat pembaca untuk membantu promosi debatpemilu.com.
2 Comments |
Tulis Aja |
Permalink
Posted by suharjono