Home > Lingkungan, Opini Gue > Akankah KOMPAS Tergusur?

Akankah KOMPAS Tergusur?

 

Kompas, koran yang satu ini pasti semua warga ibukota sudah kenal. Bisa dibilang sampai saat ini KOMPAS masih menguasai market share dibandingkan koran-koran ibukota lainnya. Selain itu keunggulan branding sebagai koran paling serius juga masih dipegang koran yang satu ini. Tetapi ada keanehan yang saya temui beberapa hari lalu. KOMPAS yang biasanya habis terjual habis ternyata di obral sore harinya di kereta trayek Jakarta-Bogor dengan harga yang cukup miring cuma 40% dari harga biasanya. Harga yang sesuai untuk koran yang sebentar lagi akan out of date. Tapi bukan itu masalahnya, tapi timbul pertanyaan, Apakah KOMPAS sekarang nggak laku?

Kalau diperhatikan memang sepertinya KOMPAS tidak melakukan strategi marketing yang mencolok dibandingkan beberapa koran lain yang baru seperti katakanlah “Seputar Indonesia” – koran yang mengusung tema “All in One” dalam korannya sama seperti kompas – yang dengan tanpa ragu melakukan iklan di media elektronik televisi. Yang dilakukan kompas hanyalah menjaga konsistensi di setiap penerbitan sehingga menjaga kesetiaan dari setiap pelanggannya. Hal ini bisa berbahaya mengingat banyak koran-koran baru yang mulai meniti jalannya menuju sukses. Langkah strategis dengan membuat Kompas Cyber Media juga nampaknya sudah tersandung dengan detik.com yang memang sudah leading dalam hal berita online di internet. Belum lagi MNC group yang juga membuat OkeZone.com yang intinya adalah sama news online.

Lagipula IMO, tren majalah dan koran sekarang lebih ke arah yang spesifik / khusus tidak seperti KOMPAS atau Seputar Indonesia. Jadi orang akan lebih menyukai koran atau majalah yang secara eksklusif membahas satu topik. Tapi walaupun begitu KOMPAS masih memegang positioning yang cukup bagus, yaitu koran dengan berita paling update dan paling dipercaya. Dan ini mungkin cukup untuk membuat KOMPAS tetap survive karena sebagian besar warga Jakarta membutuhkan suplemen berita dalam bentuk cetak yang menjadi sahabat sarapan pagi. Dan KOMPAS adalah pilihan bagus dalam hal ini. Tapi semua juga bergantung para pesaing dan KOMPAS sendiri karena KOMPAS juga tidak bisa terus-terusan seperti ini tanpa membuat inovasi. Dan tentunya kompetitor-kompetitor KOMPAS juga pastinya tidak akan mau untuk terus jadi yang nomor dua dibawah KOMPAS. Jadi mari kita saksikan perang inovasi mereka….

Categories: Lingkungan, Opini Gue
  1. June 6, 2007 at 12:55 pm

    kayaknya semua koran besar deh mas, kalo udah lewat jam tertentu dijual 1000an di mana-mana😉

  2. June 7, 2007 at 12:58 am

    yep setuju sama kriwil, dan IMO Kompas hingga saat ini adalah koran yang memiliki bahasa yang lugas. Enak untuk dibaca..😀

  3. June 7, 2007 at 2:05 am

    Jono…
    Maaf, OOT sedikit…
    Namamu disebut-sebut terus-terusan oleh temanku (URL ada di namaku).. Itu kamu, bukan? :p

    kembali ke topik
    KOMPAS terkenal karena tidak mau kontroversial dan bahasanya konservatif. Dari sisi itu, tidak ada yang mengalahkan Kompas biarpun Sindo atau koran-koran lain. Tapi akhir-akhir ini bahasa Kompas kualitasnya menurun, seperti kasus ‘crane’ kemarin, atau penggunaan kata ‘literer’ di rubrik humaniora, atau ‘financial hub’ yang tidak jelas di medianya (walau mas Yanuar Rizki selaku penulis mengatakan hal itu karena keterbatasan 800 kata yang diberikan KOMPAS — lihat blog-ku).

  4. June 7, 2007 at 5:15 am

    @kunderemp: Kayaknya jono yang dimaksud bukan aku…

    @kriwil: Memang sih rata-rata dijual 1000 an tapi aneh aja biasanya koran KOMPAS nggak pernah sampe sisa segitu banyak… apalagi sampe dijual 1000 an..

    @MOMO: Memang saya akui memang koran KOMPAS saat ini bahasanya masih bisa dibilang paling lugas dibandingkan dengan yang lain. Tapi paling lugas bukan berarti kelugasan itu tidak bisa diikuti oleh pesaing, melihat perkembangan koran-koran yang lain kayaknya juga sedang menuju arah yang lebih baik juga. Jadi menurut aku perlu adanya ide kreatif untuk menjaga KOMPAS tetap leading…

  5. June 14, 2008 at 8:11 am

    memang oplah kompas berapa ya??
    ada yang tau gak?

  1. January 1, 2009 at 3:05 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: