Home > Pengalaman > My First Flight (20-8-2008)

My First Flight (20-8-2008)

“Hah sudah hampir jam 3 pagi!”, pikirku dalam hati. Bagaimana pula nanti penerbanganku ke Medan. Bisa nggak bangun nanti jam 4. Cek in pesawat jam 5 pagi ini. “Tapi sudahlah nanti biar Suhaemi saja yang bangunin aku”, sanggahku lagi dalam hati. Aku sengaja menginap di rumah teman, Suhaemi namanya, teman kerja di PUSILKOM. Sengaja aku menginap di rumahnya biar aku bisa bareng ke bandara diantar oleh kakaknya. Maka langsung tertidurlah aku.

Rasanya tidak nyenyak sekali tidur malam itu. Sebuah suara berisik Suhaemi yang hendak bangun membuat aku juga ikut terjaga. Mataku reflek mencari jam dinding yang bisa dipandang. Terlihat jelas pukul 3.30. Sudahlah kuputuskan bangun daripada terlambat. Langsung kucari dimana kuletakkan tasku di kamar Suhaemi – maklum kamar beliau ini punya gabung sama ruang kerja dan server hotspot di rumahnya. Kemudian kuambil sabun dan aku mandi.

Tepat pukul 4 kami sudah rapi. Ternyata jauh sebelum kita siap, kakaknya Suhaemi sudah siap. Woow, rajin sekali beliau. Langsunglah kami berangkat ke bandara Soekarno-Hatta. Di dalam mobil kami lumayan banyak ngobrol dari rencana mereka pindah rumah sampai tentang kuliah. Dari pembicaraan tersebut aku coba memetik pelajaran penting dan menyatakan dalam bentuk sebuah kalimat, “Jangat ragu atau takut untuk menuntut ilmu, kalau perlu ke luar negri menjelajah dunia, nenek moyang kita saja modal perahu phinisi bisa pergi haji, kenapa kita takut untuk belajar ke luar negeri”.

Melalui perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta itu, Jakarta memberikan aku pelajaran tentang suatu kata yaitu “rajin”. Bayangkan masih jam 4.30, Shubuh pun belum sudah banyak orang yang siap-siap beraktivitas. Mungkin mereka yang memiliki rumah di Bekasi sana. Di bandara pun demikian ramai sekali orang di sana, luar biasa. Sungguh malu aku dalam hati. Biasa saya bangun jam-jam Shubuh trus setelah sholat tidur lagi sampai jam 8, ternyata ada orang yang bahkan sebelum Shubuh sudah bekerja untuk menjemput rizki dariNya.

Begitu pun di bandara, sudah di pagi seperti itu sudah banyak orang yang beraktivitas, sungguh malu diri ini.

Catatan untuk diriku sendiri, pesawat yang aku tumpangi adalah pesawat Boeing 737-300 milik Garuda Indonesia. I will never forget this flight.🙂

di atas medan
di atas medan
Categories: Pengalaman
  1. August 27, 2008 at 12:27 am

    nice flight bro😀
    pls put my link on ur blog, hehehe😀
    Yeah, i’ve experienced that too, they are people who uses to wake up earlier
    nice hah😀
    Good luck

  2. Tri Setyo Wijanarko
    November 5, 2009 at 1:28 pm

    wah senengnya… dulu pengalaman pertama saya terbang pake pesawat McDonnel Douglas MD-80 Lion Air yang umurnya sekitar 6-7th lebih tua dari saya😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: