Home > Cerita Fiksi, Renungan > Sakit Jiwa

Sakit Jiwa

“Hoaaahmm, Jam segini masih macet aja”, gumamku sambil menutup mulutku yang menguap tak tertahan. Kulihat jam tangan menunjukkan hampir pukul 10. Bingung juga makin hari macet makin parah saja di ibu kota ini. Mobil di depanku bergerak centi demi centi. Akupun menguntit dari belakang pelan-pelan. Sejenak muncul motor dari kanan maupun kiri berusaha selap-selip berusaha lolos dari jeratan macet yang mematikan ini.

Pikiranku mulai berandai-andai. Seandainya dari tadi saja aku pulang, toh macetnya juga sama, ga perlu lah nongkrong lama-lama di kantor. Toh kantorku belum termasuk yang dapat remunerasi. Kerja sedikit atau banyak juga sama saja gajinya, yang penting absen jalan terus. Seketika hati kecilku menolak itu semua dan berargumen seolah ada debat di dalam hatiku.

“Bekerja itu bukan demi uang bung, tapi mengabdi pada negara”, begitu bunyi bisikan kata hati kecilku yang nasionalis.

“Bukan, bekerja itu harus lillahi ta’ala, Akhii”, ujar sisi hati kecilku yang lain yang agak religius.

“Halaah, Realistis aja bro, akui aja lo perlu duit, lo kerja itu buat hidupin anak istri lo dan sedikit senang-senang, karir nomor 100 lah, pikir aja emang nyambung lo lulusan teknik sipil tapi kerja jadi panitia pengadaan di kantor pemerintahan”, hati kecilku yang ini agaknya sedikit cerewet tapi logis juga sih.

Mendadak ada motor yang menyenggol kaca spion mobilku dengan keras, “Heii!!”, aku teriak, sambil dengan reflek ku buka kaca pintu.

“Lihat-lihat dong pake mata”, serapahku.

Motor tadi tetap berlalu sambil sedikit menoleh dan sedikit lambaian tangan. Tidak ikhlas sepertinya dia minta maaf, seolah hal yang biasa merusak barang yang bukan miliknya. Kulihat kaca spionku retak. Terbayang seberapa kencang tadi dia melaju di tengah macet ini.

“Brengsek!!”, gumamku dalam hati. Geregetan rasanya dan tanpa sadar aku mengepalkan tangan kanan dan memukul klakson dengan keras sampai aku tersadar membuat polusi suara yang memekakkan telinga.

Tapi kok tiba-tiba mobil di depanku ikut-ikutan klakson-klakson keras, berulang-ulang lagi. Di belakang mobilnya ada tulisan, “We are the Pink Jacket”, begitu bunyinya.

“Wah satu almamater nih”, pikirku. Kalau bukan seniorku pasti juniorku. Eh atau jangan-jangan temen satu angkatan.

“Ada apa gerangan ini?”, hatiku bertanya-tanya, “Ada apa sih?”.

Karena sudah geregetan dan kaku juga pinggang gara-gara duduk udah hampir satu jam di mobil, aku keluar saja dari mobil mencari tahu apa yang terjadi. Bentuk respekku juga ke sesama teman seperguruan. Untung saja ambeienku ga kambuh kelamaan duduk.

Kulihat di depan mobil yang berisik klakson ada mobil tua mungkin mobil tahun 80an yang mogok. Cat coklatnya juga sudah pudar. Benar-benar tua, mewakili pemiliknya juga yang sudah tua renta mendorong-dorong mobilnya sendiri. Terlihat beberapa meter jalan di depannya mobil ini kosong. Beberapa mobil dari jalur lain berusaha pindah jalur mengambil kesempatan ini. Tak tega juga aku melihat bapak tua ini.

Aku geleng-geleng kepala sambil menoleh ke mobil yang berisik klakson tadi. Kulihat wanita muda berpakaian rapi dengan blazer, stylenya wanita karier sekali. Cantik sih. Aku jadi ingat tim konsultan yang tadi presentasi di kantor, yang setiap presentasi pasti mengajak satu atau dua wanita dengan dandanan seperti wanita ini, walaupun mereka cuma duduk saja.

Memang sudah mati ya hati nurani orang-orang di tengan macet seperti ini ada orang yang kena musibah mobil mogok tak ada satupun pengemudi yang keluar dari mobilnya. Aku kesal juga dengan wanita yang berisik klakson yang sekarang aku belakangi. Mungkin aku maklumi dia wanita tidak mau bantu dorong-dorong mobil. Tapi ya tak usah klason-klakson seolah tak sabar. Namanya orang kena musibah mogok, pasti jalannya pelan, jadi ya paling tidak toleransi lah.

Dengan sigap aku langsung bantu bapak itu mendorong mobilnya. “Ayo pak saya bantu dorong.”. Bapak tua itu menoleh ke arahku senyum. Perlahan mobil mogok itu menepi ke pinggir jalan memberikan jalan buat mobil yang dari tadi berisik klakson.

“Makasih, Dek”, ujar Bapak tua itu.

“Ya, tak apa-apa pak, berpahala bantu orang yang kesusahan”, jawabku singkat.

“Malam-malam mau kemana pak?”, Aku bertanya sekedar basa-basi.

Belum sempat bapak tadi menjawab, kaca mobil yang dilapisi kaca film terbuka. Terlihat dua wanita umur belasan dengan pakaian you can see dan dandanan yang tak seadanya. Satu di belakang satu memegang kemudi. “Gimana Nih, Om?”, mereka bertanya ke si bapak tadi dengan nada agak manja.

“Bapak nganter ponakan abis makan malam”, sang bapak menjawab pertanyaanku tadi.

“Ooo”, responku singkat.

“Mungkinkah mereka keponakan si Bapak?”, pikirku dalam hati. Tidak mungkin ah. Aku berpikir jauh kemana-mana dan tak dapat kuhentikan. Terbersit sesal juga menolong si Bapak tadi. Lebih baik tadi tak usah aku bantu si Bapak, biar dia rasakan dorong-dorong mobil biar capek.

“Waduh”, sambil meraba kantong celana aku ingat meninggalkan mobil tak terkunci dengan handphone di dalam mobil. Riskan sekali pikirku.

Langsung aku bergegas kembali ke mobil. Dan syukur semua masih utuh. Handphone ku masih ada tergeletak di sisi tuas transmisi dengan lampu LED merahnya berkedip-kedip. Ternyata ada sms masuk.

“Pak Sholeh, Yang bapak minta sudah kami kirim cash, mohon dibantu agar kami bisa menang tender. Terima Kasih”, begitu bunyi smsnya

“Alhamdulillah”, ucapku.

  1. June 19, 2014 at 2:02 am

    TERIMA KASIH UNTUK KEPERCAYAAN NYA KEPADA KAMI..
    SEKARANG OLIVIACLUB AKAN MELAKUKAN PROMO NIH… NYUK JGN LUPA UNTUK MENGAJAK TEMEN2 IKUT:

    PROMO OLIVIACLUB AKHIR BULAN….!!!!
    promo oliviaclub kali ini adalah promo deposit akan mendapatkan bonus chip sebesar nilai deposit yang disetorkan
    jadi untuk para pecinta poker oliviaclub yang sudah lama mendaftar ataupun yang baru melakukan register.. akan bisa mengikuti promo ini…

    SYARAT DAN KETENTUAN

    1.pemain dapat mengklaim bonus promo melalui live chat kami

    2.pemain yang mengikuti promo tidak akan bisa melakukan WD sebelum turnover/fee/pajak belum mencapai 30 x lipat dari angka deposit.

    3.minimal deposit untuk promo ini adalah Rp.50.000
    maximal deposit adalah Rp.200.000
    apabila ada pemain yang melakukan deposit diatas 200rb rupiah..
    hanya 200rb yang akan di hitung untuk mendapatkan bonus
    promo ini

    4. apabila pemain melakukan deposit sebanyak 50rb akan
    mendapatkan bonus 50rb.. dan apabila chip habis dan melakukan
    deposit 50rb lagi maka harus menunggu selama 6 jam terlebih
    dahulu sebelum dapat mengklaim bonus 100% dari
    angkadeposit..
    batas maksimal klaim bonus tetap max deposit 200rb per hari

    5. klaim bonus promo berlaku 1×12 jam..
    para pemain diharuskan mengklaim bonus sebelum bermain..jika
    ada pemain yang melakukan deposit dan bermain..
    baru setelah bermain mengklaim bonus..maka tidak akan dilayani

    6.PROMO OLIVIACLUB ini dapat berakhir sewaktu waktu tanpa
    pemberitahuan terlebih dahulu

    7.keputusan pihak OLIVIACLUB tidak dapat diganggu gugat dan
    mutlak

    CARA MENGKLAIM BONUS PROMO :

    1.setelah melakukan register dan deposit maka pemain harus melakukan login dan masuk ke menu memo,tulis subjek klaim voucher promo
    2.admin OLIVIACLUB akan segera membalas memo anda dan
    memberikan kode voucher.
    3.setelah menerima kode voucher silakan menuju menu deposit
    isi kan formulir deposit sebagaimana anda biasa melakukan deposit.
    setelah itu pada kolom keterangan di menu deposit silakan anda tuliskan kode voucher yang telah diberikan
    4.silakan gunakan jasa live chat kami untuk membantu anda dalam mengklaim bonus PROMO OLIVIACLUB

    WARNING….!!!!!
    apabila pemain belum melakukan deposit dan mencoba untuk mengklaim bonus.. maka id akan kami blokir/delete secara permanen.
    transfer chip tidak di perbolehkan dan akan di tindak tegas

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: