Archive

Archive for the ‘Ekonomi’ Category

Letter Of Credit (L/C)

March 18, 2009 1 comment

Bertambah lagi wawasan, kali ini dari dunia perdagangan, tentang Letter of Credit atau biasa disingkat L/C.

L/C adalah fasilitas yang dikeluarkan sebuah bank untuk memfasilitasi transaksi jual-beli yang biasanya dengan nilai transaksi yang besar. Dengan cara, Bank membekukan sejumlah uang milik pembeli sebesar nilai yang tertera di L/C dan hanya dapat dicairkan oleh penjual apabila transaksi barang sudah selesai. dan kedua pihak men L/C  ini demi keamanan transaksi dari kecurangan pihak penjual ataupun pembeli. Biasanya nilai transaksi yang menggunakan L/C adalah transaksi dengan nilai besar dan memiliki resiko besar sehingga keamanan menjadi hal yang penting. Jenis transaksi yang termasuk kategori besar biasanya adalah transaksi export, import.

Advertisements

Apa Iya Koran Bakal Punah?

January 1, 2009 6 comments

Membaca tulisan di swa, yang membahas trend perkembangan media yang mengalami pergeseran ke arah televisi dan internet saya kembali teringat  tulisan saya yang dulu. Tulisan tersebut menyajikan data-data statistik dan pernyataan-pernyataan dari tokoh-tokoh ahli yang mendukung pendapat bahwa ada kecenderungan koran dan media- media cetak lain akan ditinggalkan.

Pandangan saya mengatakan koran tidak akan pernah musnah, hanya berganti bentuk rupa saja. Apabila dahulu kita biasa baca koran, sekarang ada portal berita seperti detik, eramuslim bahkan kompas.com sendiri. Apalagi dengan akses internet yang semakin mobile informasi-informasi dari portal-portal berita itu bisa sampai di  mata para pembaca dalam hitungan detik langsung ke device pribadi kita.

Dari sisi redaktur mungkin yang akan berubah secara signifikan. Apabila dahulu dengan koran, update berita adalah per hari, maka dengan media internet workflow di tim redaktur akan berputar lebih cepat yaitu as soon as possible after the news come.

Faktor luar yang turut mempengaruhi adalah isu global warming. Dengan munculnya isu tersebut masyarakat dunia terdorong agar meminimalisasi penggunaan kertas yang notabene merupakan barang olahan dari kayu hasil penebangan hutan.

Lalu kalau ada yang bertanya, sampai kapan koran tetap bertahan gimana? Sumpel aja mulutnnya biar diem :D,.. gitu aja kok repot.. hehe. Seandainya saya boleh jawab, jawabannya adalah sampai masih ada cukup banyak orang yang mau beli koran. Berapa banyak? Sejumlah orang yang cukup membuat produsen koran tetap dapat survive.

Tunggu aja.. apakah benar..? Semua bisa aja terjadi.. Mungkin di masa depan nanti ada value yang cukup berharga yang (hanya) bisa dideliver koran atau media cetak lain sehingga masyarakat kembali ke koran dan media cetak. Who Knows??

Categories: Ekonomi, Management, Opini Gue

Marketing Outlook 2009

December 13, 2008 1 comment

Dalam acara Markplus Conference, founder dan chairman Markplus, Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa pada tahun 2009 terdapat tiga hal yang harus diperhatikan para pemasar/marketer. Tiga hal tersebut adalah:

  1. Resesi Global
  2. Pada tahun ini pun resesi global sudah terjadi, oleh karena itu pad atahun 2009 para pemasar harus berkonsolidasi untuk menghadapi isu ini pada tahun depan

  3. Integrasi Asean
  4. Tahun depat direncanakan akan terjadi integrasi Asean. Konsekuensinya pasar akan semakin besar dan persaingan tentu semakin ketat. Untuk itu para pemasar harus siap untuk menghadapi hal ini.

  5. Pemilu 2009
  6. Pemilu 2009 menjadi isu karena pada pemilu 2009 akan terjadi redistribusi kekayaan karena para politisi akan mengalirkan kekayaannya kepada rakyat. Hal ini akan menyebabkan pasar domestik semakin besar. 

Mempertimbangkan tiga hal tersebut, Hermawan mengatakan, bahwa makreting outlook untuk tahun 2009 dapat dibagi menjadi 3 fase

  1. Fase Emergency
  2. Fase ini adalah fase dimana para pemasar harus berusaha menjaga pelanggan-pelanggan yang sudah dimiliki. Untuk melakukan hal tersebut pemasar harus meningkatkan intimacy terhadap setiap pelanggannya. Diprediksikan fase ini akan terjadi pada kuartal pertama.

  3. Fase Critical
  4. Fase ini adalah fase penting bagi pemasar untuk berusaha mencari pelanggan-pelanggan baru. Diprediksikan fase ini akan terjadi pada kuartal kedua dan ketiga. 

  5. Fase Grow
  6. Pada fase ini perusahaan haruslah menunjukkan keunggulannya dibandingkan para pesaingnya.

Apabila fase-fase ini dikaitkan dengan jumlah pelanggan, secara ideal, perusahaan yang sukses menyikapi isu-isu ini akan mengalami peningkatan jumlah pelanggan yang tergambarkan seperti grafik berikut ini.
Gambar 1. Marketing Outlook 2009

Gambar 1. Marketing Outlook 2009

Referensi:
  • Iskandar, Eddy Dwinanto.”Conference 09: Mobile, Eksperential, Social”.www.swa.co.id.12 Desember 2008
Categories: Ekonomi

Menjadi Pemasar Handal era ini

December 11, 2008 2 comments

Di era ini, agar menjadi handal, seorang pemasar haruslah memiliki 9 hal berikut:

Familiar dengan gadget dan teknologi mutakhir

Jelas, Sebagian besar orang sudah memahami bahwa teknologi sudah semakin canggih/mutakhir dan kecenderungan orang-orang tersebut adalah mengikuti kecanggihan teknologi tersebut. Dengan familiar dengan teknologi-teknologi tersebut seorang pemasar akan lebih mudah untuk dipercaya oleh konsumen. Alasan lain, adalah pemasaran produk–apapun itu–yang sering kali dikait-kaitkan dengan teknologi.

Terlibat dalam komunitas online

Komunitas online bagi orang-orang sekarang ini sudah menjadi lifestyle. Maka seyogyanyalah seorang pemasar terlibat dalam komunitas online untuk memperluas network.

Mobile

Pemasar bukanlah pekerja kantoran yang harus bekerja jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Pemasar harus mampu bekerja kapanpun dan dimanapun saat dibutuhkan. Jadi mobilitas merupakan sebuah tuntutan yang harus dipenuhi seorang pemasar

Menjalin pergaulan global dan networknya bagus

Network bagus sudah jelas harus dimiliki seorang pemasar. Dan untuk memenuhi tuntutan pasar yang akan segera menjadi global, pergaulan global harus dijalin agar jangan bagai katak dalam tempurung. Dengan begitu kita dapat menemukan dan menjaga keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dari produk kita dengan produk dari luar.

Open mind dan selalu up to date dengan berbagai hal yang baru

Seorang pemasar harus haus akan informasi, lapar akan hal baru dan tidak kenyang untuk belajar. Tentunya agar senantiasa adaptif dan mampu menerima hal baru, pemasar harus selalu open mind. Jangan terkunci dan menjadi konservatif, karena dunia pemasaran selalu dinamis.

Percaya diri dan mampu mempresentasikan ide dan konsep

Jelas sekali pemasar harus percaya diri dan mampu menyampaikan ide dan konsep yang dimilikinya. 

Jago melakukan riset

Riset dibutuhkan seorang pemasar untuk mengetahui informasi yang belum diketahui tentang kondisi pasar. Untuk itu seorang pemasar harus memiliki kemampuan meriset untuk memperoleh informasi. Terutama riset yang berdasarkan dari data primer, agar paling update.

Cakap membaca tren dan insightfull

Hal ini mungkin yang sulit dimiliki oleh pemasar. Pemasar harus memiliki sense untuk membaca tren dan memprediksi masa depan. Dan untuk memprediksi tentunya tidak seperti paranormal-paranormal yang sering muncul di TV, pemasar harus memiliki dasar ilmu pengetahuan atas prediksinya tersebut. Oleh karena itu diperlukan wawasan yang luas (insightful)

Kreatif dan inovatif

Jelas, Pemasar harus bisa menciptakan hal baru dan unik dalam rangka menciptakan ciri khas / keunikan pada produk yang dipasarkan atau cara pemasaran produk itu sendiri.

Sebagai catatan akhir saya ingin berpesan–mungkin tidak berhubungan–agar jangan mengecilkan/menyempitkan istilah pemasar dengan profesi pemasar/marketer produk yang biasa kita tahu. Karena setiap orang bisa berperan menjadi pemasar bagi sesuatu. Contohnya dosen memasarkan mata kuliahnya, karyawan memasarkan kinerjanya, dan lain-lain 

Referensi:

  • Djatmiko, Harmanto Edy, “Profesi yang kian basah” www.swa.co.id, 4 Maret 2008.
  • Intuisi pribadi.
Categories: Ekonomi

GIANT VS CARREFOUR

April 10, 2007 33 comments

Hypermarket, kira-kira seperti itulah brand yang dikedepankan oleh dua merk ini dan beberapa merk lain. Sebuah layanan one stop market dimana semua kebutuhan dijual di sana, dari kebutuhan sehari-hari sampai kendaraan bermotor dijual.

Kenapa gue tertarik membahas dua brand ini? Dari segi umur CARREFOUR lebih unggul karena sudah lebih dulu bermain di segmen ini dibandingkan dengan GIANT – anak perusahaan dari HERO supermarket – yang baru bermain di segmen ini sekitar dua tahun yang lalu. Namun ada yang unik di sini, GIANT berusaha memenangkan brand dengan positioning “produk dalam negeri” dan produk “termurah”, yang jelas tidak dimiliki oleh CARREFOUR atau hypermarket lain. Jelas ini agak menguntungkan GIANT, tapi seberapa berpengaruhkah positioning ini terhadap segmentasi pasar? Berikut akan saya bahas. Read more…

Categories: Ekonomi