Archive

Archive for the ‘Lingkungan’ Category

Di Indonesia, Flu Babi Takkan Seganas Flu Burung

April 28, 2009 5 comments

Flu Babi, seluruh dunia membicarakannya. Semua media informasi memuat headlinenya. Sepertinya si Flu Babi ini sudah menjadi buah bibir yang sangat manis untuk dibicarakan dimana-mana. Sangat wajar karena hal ini menyangkut hal yang sangat penting yang manusia manapun tidak dapat mencipta atau membeli. Nyawa.

Penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1 ini memiliki gejala sebagai berikut:

  1. Demam
  2. Batuk Pilek
  3. Lesu, letih
  4. Nyeri Tenggorokan
  5. Nafas cepat / Sesak Nafas
  6. Mual, Muntah
  7. Diare

sumber: milis Forumtausiah, ditulis oleh lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI

Berdasarkan hipotesa saya, Insya Allah di Indonesia Flu Babi tidak akan sepopuler kakaknya Flu Burung. Hal yang mendasari saya berhipotesa seperti itu adalah kasta binatang jorok yang bernama babi ini bukan sebagai binatang yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti layaknya unggas/ayam. Karena kasta babi yang rendah ini, maka pasti peternakan maupun orang yang memelihara binatang ini sedikit.

Namun begitu, jangan anggap sepele juga penyakit Flu Babi ini karena seperti flu burung, flu babi juga dapat menular melalui udara dan kontak dengan penderita. Mari sama-sama kita waspada dan menjaga kesehatan kita masing-masing.

Advertisements

Ada Anak Bertanya pada Bapaknya (2)

September 5, 2008 Leave a comment

cerita sebelumnya

Anak: “Bapak, tadarus apa gunanya?”

Bapak: “Tadarus itu artinya memahami kitab suci kita, yaitu Al Quran. Dengan memahaminya, Insya Allah kita sudah dekat untuk mengamalkannya”

Anak: “Ooo, berarti kita mesti memahami, tidak sekedar membaca. Tapi kan Al Quran kan bahasa Arab, berarti harus baca terjemahannya untuk memahaminya ya, Pak?”

Bapak: “Ya iya lah…. Masa’ Ya iya dong…..”

Ada Anak Bertanya pada Bapaknya

September 5, 2008 Leave a comment

Anak: “Pak, untuk apa sih kita berlapar-lapar puasa?”

Bapak: “Lapar itu untuk mengajarkan kita untuk senantiasa rendah hati, Nak”

Anak: “Kenapa bisa begitu, Pak?”

Bapak: “Dengan lapar, kita bisa merasakan apa yang dirasakan pengemis-pengemis, pengamen-pengamen di jalan sana yang mungkin tidak makan selama beberapa hari”

Anak: “Tapi bukankah pengemis-pengemis penghasilannya besar, yang anak-anak kecil saja ada yang berpenghasilan Rp. 100.000 per hari. Malah ada kabar ada pengemis yang dari hasil mengemisnya bisa membeli rumah di kampungnya. Kok bisa lebih hebat dari kita ya pak yang masih ngontrak?”

Bapak: “Iya ya….?”

(terinspirasi dari lirik lagu Bimbo)

Hari Jilbab Internasional

September 4, 2008 6 comments

Istri: “Eh sekarang tanggal 4 September lho Mas.”

Suami: “Iya say sekarang tanggal 4 September, emang siapa yang ulang tahun kamu ya?”

Istri: “Mas, gimana sih, masa’ ulang tahun istri sendiri lupa” (sambil cemberut tapi berusaha tetap manis)

Suami: “Maafkan aku ya sayang, emang ada apa tanggal 4 September?”

Istri: “Sekarang itu hari jilbab internasional.” (mulai sumringah, tapi masih berusaha menunjukkan wajah cemberut)

Suami: “Oooo, pantesan kamu putih-putih semua say”

Istri: “Iya, jadi sebagai bentuk partisipasi kami para muslimah di seluruh dunia memakai dresscode putih-putih seperti ini, khusus hari ini. Apakah aku jadi lebih cantik, Mas?”

Suami: “Buatku walau bagaimanapun kamu tetep cantik sayang. Tapi kok wajah kamu ikut diputih-putihin kayak kuntilanak gitu say? Atau memang dresscode nya seperti itu ya? serem juga ya…”

Istri: “Oiya, aku lupa lepas maskerku?”

Catatan: Masker adalah perawatan untuk wanita untuk mengangkat kulit2 mati di wajah. Bentuknya seperti cairan lulur. Cara pakainya dioleskan trus ditunggu sampai kering di wajah terus dibersihkan.

Film KCB (Ketika Cinta Bertasbih)

May 26, 2008 7 comments

Novel KCB (Ketika Cinta Bertasbih) adalah novel best seller lain karya Habiburrahman El Shirazy yang akan mengikuti novel sebelumnya — Ayat-ayat Cinta — yang akan masuk ke layar kaca. Bersumber dari koran Republika hari ini, 26 Mei 2008, produksi film KCB sudah masuk ke tahap pencarian aktor. Mungkin agak beda dari AAC, audisi untuk KCB yang sekarang ini terbuka untuk umum. Dari sumber yang sama pula katanya dari setiap kota yang dilakukan audisi akan diambil 100 kandidat — jumlah yang mengagumkan. Termasuk Jakarta yang kebagian tanggal 13-14 Juni (kalau nggak salah). Artinya juga akan banyak sekali yang akan kecewa nih mengingat peran utamanya kan cuma 5 orang (Azzam, Anna, Furqan, Husna dan Eliana).

Ada hal yang menarik di tengah fenomena film-film dakwah ini. Meski mengandung nilai-nilai dakwah di dalamnya baik KCB maupun AAC, adalah novel yang menceritakan kisah cinta antara sepasang lelaki dan perempuan. Nah artinya filmnya juga pasti ada scene dimana dua pemeran lelaki dan perempuan itu saling berpegang tangan atau apapun lah yang seharusnya tidak dilakukan antara dua orang yang bukan muhrim — di film AAC scene seperti itu sudah terbukti ada. Kalau di novel mungkin gak apa-apa, karena tokohnya hanya ada di angan-angan.

Melihat animo masyarakat di audisi yang sudah diselenggarakan, tampak kalau yang ambil bagian di audisi adalah gadis-gadis yang berjilbab, termasuk yang sudah berjilbab ihram. Duh mbak-mbak, tetah-teteh, uni-uni dah siap melakukan scene-scene seperti yang saya sebutkan di atas? Sayang banget kalau kalian sampai mengkompromikan keyakinan kalian hanya untuk popularitas.

Kayaknya supaya halal untuk film-film seperti ini dua pemeran utamanya harus suami-istri deh 😛 Jadi harus dinikahkan dulu. Kalau nggak ya dosa atuh.

Ada yang masih berminat? Sambil menyelam minum air, sambil audisi sambil cari jodoh.. hehe 🙂

(Ditulis setelah membaca berita di Koran Republika 26 Mei 2008 yang memberitakan hal serupa)

Categories: Islam, Lingkungan

Ketemu Blog temen Lama (indosandi.wordpress.com)

December 18, 2007 3 comments

Iseng-iseng abis browsing buat uas komas (Komputer dan masyarakat) — nama kuliah di fasilkom UI — gw nemu blog temen gue satu geng teater DIMENSI28 dulu. Ternyata nih anak makin gila aja di fisika. Sumpah gue nggak nyangka dia bisa nulis kocak kayak gitu.

Ngakak gw bacanya….. Kalo gw baca-baca gaya nulisnya dia agak mirip sama radhitya dika yang punya kambingjantan.com

Emang waktu SMA jago ngelawak nih anak, tapi nggak nyangka ternyata bisa nuangin dalam tulisan juga. Hebat deh lo San… (Oie namanya Sandi Wibowo)

Kemaren pas ke mandiri syariah di MIPA juga ketemu nih anak, tapi kayaknya dia lagi skripsi jadi blognya jarang diupdate…

Ayooo Sandi nulis lagi san……

Categories: Lingkungan

Banyak Artis Jadi Jurkam

July 20, 2007 Leave a comment

Pagi tadi, waktu gue akan berangkat koran-koran sebagian memberitakan tentang artis-artis yang menjadi juru kampanye PILKADA DKI. Sudah menjadi pemandangan yang wajar setiap kali terjadi pemilihan umum baik daerah ataupun nasional, artis selalu dilibatkan. Dari daftar yang disodorkan terlihat jelas kalau pasangan calon Fauzi-Prijanto memiliki daftar lebih banyak termasuk almarhum Taufiq Savalas.

Sebenarnya logis saja kenapa artis dilibatkan untuk Pemilu daerah ataupun nasional. Hal ini terkait dengan sifat dasar manusia yaitu suka meniru atau mencontoh seseorang yang dianggap/dikenal baik (public figure). Artis adalah merupakan sosok yang sering kali tampil di media massa cetak ataupun elektronik. Dan tentunya dari sering tampilnya artis di media tersebut masyarakat akan lebih bisa menilai mana artis yang baik, ketimbang menilai calon yang akan dipilih nanti yang paling baik. Mungkin opini publik (sebagian publik) yang ingin dibentuk oleh para calon adalah, “Kalau artis X yang dikenal baik aja memilih si calon Y berarti si Y juga baik dong, Jadi pilih si Y aja ahh…”. Kira-kira gampangnya begitu mungkin.

Tapi sebenarnya ada yang unik lho. Setelah baca-baca detik.com dan kompas.com, ternyata dari sekian banyak nama artis dan Tokoh yang didaftarkan sebagai jurkam oleh pasangan Fauz-Prijanto sebagian menyatakan belum pernah dikonfirmasi. Beberapa diantaranya adalah Dedi Mizwar, Jusuf Kalla dan Mat Solar. Bahkan Mat Solar justru menyatakan bahwa dirinya mendukung pasangan Adang-Dani dan Dedi Mizwar sempat mempertanyakan etika pasangan calon tersebut dan beliau juga menyatakan kalau dirinya bukan warga DKI tapi Bekasi.

Wah.. Wah.. Kok bisa begitu yaa? Bang Foke jangan buat simpati warga Jakarta seperti saya berkurang terhadapmu…. Gimana kalau jadi Gubernur kalau baru jadi calon saja sudah berani manipulasi…

Categories: Lingkungan, Opini Gue