Archive

Archive for the ‘Management’ Category

Apa Iya Koran Bakal Punah?

January 1, 2009 6 comments

Membaca tulisan di swa, yang membahas trend perkembangan media yang mengalami pergeseran ke arah televisi dan internet saya kembali teringat  tulisan saya yang dulu. Tulisan tersebut menyajikan data-data statistik dan pernyataan-pernyataan dari tokoh-tokoh ahli yang mendukung pendapat bahwa ada kecenderungan koran dan media- media cetak lain akan ditinggalkan.

Pandangan saya mengatakan koran tidak akan pernah musnah, hanya berganti bentuk rupa saja. Apabila dahulu kita biasa baca koran, sekarang ada portal berita seperti detik, eramuslim bahkan kompas.com sendiri. Apalagi dengan akses internet yang semakin mobile informasi-informasi dari portal-portal berita itu bisa sampai di  mata para pembaca dalam hitungan detik langsung ke device pribadi kita.

Dari sisi redaktur mungkin yang akan berubah secara signifikan. Apabila dahulu dengan koran, update berita adalah per hari, maka dengan media internet workflow di tim redaktur akan berputar lebih cepat yaitu as soon as possible after the news come.

Faktor luar yang turut mempengaruhi adalah isu global warming. Dengan munculnya isu tersebut masyarakat dunia terdorong agar meminimalisasi penggunaan kertas yang notabene merupakan barang olahan dari kayu hasil penebangan hutan.

Lalu kalau ada yang bertanya, sampai kapan koran tetap bertahan gimana? Sumpel aja mulutnnya biar diem :D,.. gitu aja kok repot.. hehe. Seandainya saya boleh jawab, jawabannya adalah sampai masih ada cukup banyak orang yang mau beli koran. Berapa banyak? Sejumlah orang yang cukup membuat produsen koran tetap dapat survive.

Tunggu aja.. apakah benar..? Semua bisa aja terjadi.. Mungkin di masa depan nanti ada value yang cukup berharga yang (hanya) bisa dideliver koran atau media cetak lain sehingga masyarakat kembali ke koran dan media cetak. Who Knows??

Categories: Ekonomi, Management, Opini Gue

Manajemen Amanah / Waktu

October 3, 2007 5 comments

Sebagai manusia tentunya kita mempunyai banyak pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Terkadang kita bingung apabila ada tawaran lagi untuk suatu amanah baru. Bisa melaksanakan atau nggak yah.. Jangan-jangan nanti nggak bisa maksimal atau membuat amanah yang lain tidak maksimal. Berikut akan saya coba sharing, bagaimana sih sebaiknya mengambil keputusan untuk memilih amanah / tanggung jawab atau tidak.

Sebenarnya kuncinya adalah manajemen waktu. Waktulah yang kita bagi-bagi ke beberapa amanah.

Coba hitung jumlah waktu yang kamu punya

Untuk mempermudah aku biasanya coba hitung untuk jangka waktu satu tahun, karena biasanya perencanaan/planning, kepengurusan organisasi, atau kontrak kerja dihitung berdasarkan satuan tahun.

1 tahun = 360 hari ==> 50 minggu

1 hari = 24 jam

maka dalam satu tahun kita punya stok waktu kurang lebih  8640 jam

 

Coba hitung pengeluaran wajib untuk waktu kamu

Sekarang coba pikirkan pengeluaran waktu, bisa dimulai dari yang pasti dikeluarkan dulu:

Istirahat 5 jam perhari: 5 x 360 = 1800 jam

kuliah misal 18 sks: 18 x 30 x 2 = 1080 jam (di kali 30 biasanya kuliah satu tahun efektif cuma 30 minggu, dikali dua karena jam diluar kelas, seperti tugas dll)

keperluan sosial, maksudnya komunikasi dengan lingkungan, sosialisasi atau ngobrol. Sebagai manusia hal ini penting. Hanya robot yang tidak perlu sosialisasi. Misal dalam satu hari diperlukan 1 jam maka satu tahun diperlukan 1 x 360 = 360 jam

Kepentingan orang terdekat, maksudnya komunikasi dengan keluarga, kakak, adik atau sepupu, misal diperlukan 2 jam per hari maka diperlukan 2 x 360 = 720 jam

Ibadah, Dalam satu hari katakanlah ada 7 waktu (tambah waktu dhuha dan qiyamul lail) dan masing masing rata-rata 15 menit (0.25 jam) Jadi terpakai waktu: 0.25 x 7 x 360 = 630 jam.

Waktu antar kegiatan / lag time atau misal waktu dalam perjalanan misal dialokasikan total 1 jam per hari. Jadi per tahun ada 1 x 360 = 360 jam

Waktu makan. Misal dalam sehari 3 kali makan  satu kali makan 15 menit. Jadi satu tahun diperlukan 3 x 0.25 x 360 = 270 jam

Jadi total yang sudah dikeluarkan 5220 jam

 

Membagi waktu untuk kegiatan

Sampai disini, sisa waktu: 8640 – 5220 =  3420 jam. Jam inilah yang akan dibagi-bagikan ke amanah-amanah di organisasi atau di tempat kerja. Misal amanah2 sebagai berikut:

Ketua organisasi  A. Coba estimasikan per hari jam yang akan anda dedikasikan untuk organisasi tersebut berapa jam, misal 5 jam per hari maka perlu 5 x 360 = 1800 jam

Bendahara organisasi B. Karena hanya bendahara jadi pekerjaannya hanya kalau ada transaks. Coba estimasikan per hari 30 menit jadi perlu 360 x 0.5 = 180 jam.

BPH organisasi C. BPH harus memberikan waktu lebih untuk organisasi dibandingkan anggota biasa. Jadi misalkan per hari 2 jam. Sehingga perlu 2 x 360 = 720 jam

Ikut kegiatan X tetapi hanya seminggu sekali 5 jam selama 30 minggu diperlukan: 150 jam

Ikut kegiatan Y setiap minggu 4 jam jadi ada 4 x 360 / 7 = kurang lebih 205 jam

Total yang sudah terpakai untuk kegiatan 3055 jam.

Sehingga sisa waktu dalam satu tahun. 3420 – 3055 = 365 jam. Atauh kurang lebih 1 jam perhari. mungkin bisa dipakai untuk rihlah. atau menambah  kegiatan lagi.  Temen-temen juga bisa meng-customize angka-angka diatas sesuai dengan kondisi temen-temen masing-masing.

 

Kesimpulan

Hidup memang tidak sekaku perhitungan di atas. Tapi setidaknya dengan perhitungan diatas bisa memberi gambaran apakah masih mungkin untuk kita menambah amanah lagi apabila ada tawaran. Jangan sampai karena salah mengambil keputusan banyak pihak yang terzholimi karena amanahnya tidak kita jalankan semestinya (i.e 2 jam perhari dilaksanakan hanya 1 jam per hari). Dan jangan sampai juga karena takut sibuk atau merasa nggak sanggup justru waktu kita tidak terutilisasi secara maksimal. Mungkin cuma sekian tips dari aku. Semoga cukup bermanfaat.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr 1-3)

Categories: Management, Tips n Tricks

Olahraga dan Management

April 25, 2007 2 comments

Hari sabtu lalu saya menonton semifinal olimpiade UI cabang voli yang mempertemukan tim bola voli dari Fakultas Ilmu Komputer – Fakultas gue – dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebenernya gue nggak terlalu suka sama voli, tapi gue pengen aja melihat paling tidak satu kali pertandingan fakultas gue dengan fakultas lain. Awalnya gue pikir, gue bakalan buang-buang waktu dengan menonton voli yang emang gue sendiri nggak terlalu suka walaupun sedikit-sedikit gue juga bisa main.

Ada dua hal yang bisa gue dapet hari itu.Pertama gue sadar kalo ternyata sebuah pertandingan olahraga – bagi yang suka olahraga tersebut – sangatlah membakar emosi dan membuat semua orang termasuk penonton terbawa suasana dengan berekspresi suka ria maupun sorak-menyorak. Tapi bukan hal ini yang ingin gue sorot, tetapi satu hal lagi yang ingin gue sorot. Tetapi hal yang jauh lebih menarik Read more…