Archive

Archive for the ‘Opini Gue’ Category

Fear Factor

November 14, 2016 Leave a comment

Alkisah di Garut tinggal seorang saudagar yang kaya raya dari bisnis olahan kulit kambing dan kulit sapi. Dari bahan kulit sapi dan kambing dia bisa memproduksi berbagai olahan seperti kerupuk kulit, sate kikil dan juga yang terkenal di kota Garut yaitu jaket kulit.

Karena bisnisnya berkembang pesat, sang saudagar perlu mendelegasikan beberapa tugas kepada karyawannya yang akan diangkat promosi. Dia memberikan ujian kepada karyawannya untuk bertahan di pedalaman selama 7 hari dengan kondisi seadanya. Sang saudagar membekali karyawannya dengan bahan makanan untuk 3 hari dan sebuah jaket kulit.

“Jaket itu kan terbuat dari kulit kambing, silakan bebaskan kreatifitas kamu untuk mengolah jaket kulit itu jadi makanan di sisa 4 hari”, kata sang saudagar

Sang karyawan yang memang cerdik mempunyai siasat untuk melakukan penghematan, maklum sebelum dipromosi dia ada di bagian anggaran yang suka memangkas anggaran. Bahan makanan untuk 3 hari dia siasati untuk 6 hari.

“Sisa satu hari bisa lah saya tahan lapar tidak makan, gila apa saya makan jaket kulit”, pikirnya.

Di pedalaman ternyata yang terjadi di luar rencana, karena bahan makanan dibagi dua sang karyawan tidak pernah merasa kenyang, sejak hari pertama, kedua, ketiga, hingga ke enam sang karyawan semakin kelaparan.

Puncaknya pada hari ketujuh, sang karyawan sudah tak tahan lagi, dia buat api unggun lalu ambil jaket kulit dan direbus seperti memasak sup. Dan dia pun memakannya. Dengan begitu sedikit hilang rasa laparnya dan lewatlah hari ketujuh.

Kembali ke Garut, sang karyawan dengan bangga menemui sang saudagar dan menceritakan kreativitasnya membuat sup daru jaket kulit untuk bertahan. Dan sang saudagar terkejut.

“Padahal maksud saya berikan jaket kulit, kamu bisa ke penduduk sekitar, dab bisa jual/barterkan dengan makanan lho”, ungkap sang saudagar.

Advertisements
Categories: Anekdot, Opini Gue

(Dis)Social Media

February 23, 2016 1 comment

Hidup zaman sekarang kita sangat dimanjakan dengan berbagai kemudahan. Semuanya bisa dilakukan secara “instant” dan “online”. Dua istilah instant dan online itu yang merupakan simbol kemudahan dalam melakukan apapun.

Semua aktivitas-aktivitas sosial sehari-hari kita perlahan-lahan seolah-olah bisa digantikan dengan aplikasi aplikasi di ponsel pintar di saku kita masing-masing yang berlabel social. Mau belanja banyak toko-toko online semacam tokopedia, lazada elevenia dkk. Mau kumpul-kumpul sama teman bisa pake whatsapp group, skype, line, telegram dll. Mau berteman/silaturahim ada facebook, twitter dan situs-situs pertemanan lainnya. Bahkan sampai ada yang ekstrimnya mau berguru buka wikipedia. OMG

Konon katanya manusia diciptakan bersuku suku dan berbangsa-bangsa buat saling mengenal kan. Pendapat pribadi, sepertinya belum pernah ada ceritanya tercipta keakraban hanya dengan melalui media-media tersebut. Saya punya beberapa group bbm dan whatsapp yang mewakili alumni sekolah dari smp sampai kuliah, juga facebook dengan ratusan pertemanan. Seberapa pun intensif nya komunikasi melalui media tersebut, tidak pernah melebihi keakraban kawan-kawan yang sering saya temui. Kawan kantor misalnya, meskipun sebenarnya saya baru kenal mereka setahun terakhir dan kawan kawan alumni sudah 10 tahun dengan diantaranya 4 tahun bersama.

Ternyata rasa sosial kita telah dikelabui oleh media-media tersebut. Kita hanya merasa sudah bersilaturahim padahal belum sehingga merasa tidak perlu lagi bertatap muka. Sama seperti makan mie instan rasa ayam bawang, kita dimanipulasi seolah kita merasa makan ayam, padahal yang kita makan cuma tepung dan MSG. Akankah kita sudah merasa puas menikmati mie instan rasa ayam ketimbang benar-benar menikmati ayam sesungguhnya?

~luapan hati penulis saat mengingat kawan-kawan lama yang enggan kumpul dan merasa cukup berkomunikasi lewat media sosial

Categories: curhat, Opini Gue, Renungan Tags: ,

Jembatan Kartanegara

December 8, 2011 1 comment

sebelas tahun usiamu

masih muda masih belia

Namamu Kartanegara

Nama seorang Raja

Sebagai doa

Agar kau selalu jaya

 

Tapi itulah bencana

selalu datang tanpa duga

kini semua berduka

saling tuding saling sangka

ini salah siapa??

 

kawan percayakah kau akan takdir

takdir, bahwa apapun miliki akhir

ya.. begitulah

setiap akhir memang membuat air mata mengalir

 

Sekarang saatnya mengelola hati

dan lakukan evaluasi

hal serupa jangan terjadi lagi

 

Sebagai bangsa besar

kita harus belajar

juga tetap tegar

Terinspirasi saat membuka foto-foto lama. Saat ada tugas dinas ke Samarinda. Inilah foto jembatan kertanegara 2 tahun lalu saat masih berdiri jaya.

Jembatan Kartanegara 1

Jembatan Kartanegara saat tahun 2009

Jembatan Kartanegara 2

Jembatan Kartanegara dengan lalu lintasnya tahun 2009, relatif sepi

Jembatan Kartanegara 3

Jembatan Kartanegara tampak dari jauh, mirip Golden Gate nya San Fransisco (2009)

Ayat Kursi dan Artinya

June 9, 2011 18 comments

Ayat kursi merupakan salah satu ayat Al-Qur’an yang kerap dibaca oleh umat muslim karena dipercaya memiliki banyak faedah apabila dibaca. Letak Ayat ini di Al-Quran berada pada Surat Al-Baqarah Ayat 255. Salah satunya, konon katanya bisa menjauhkan dari

Terlepas dari apa saja faedah dari ayat ini yang banyak dipercayai oleh umat Islam, kalau dibaca sekilas arti atau terjemahan ayat tersebut secara tegas mengingatkan dan meyakinkan kita akan keesaan Allah beserta segala kekuasaan Allah yang tiada batas. Berikut ini ayat kursi beserta terjemahannya agar apabila kita membacanya  tidak hanya sekedar melafalkan saja, tetapi kita juga paling tidak mengetahui artinya dan memaknainya dihati.

ayat kursi: sumber wikipedia

Sumber Wikipedia

Buat yang masih belajar baca Al-Quran: begini bacanya:

ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA’ WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UUDHUHU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM.

Nah kalau artinya begini:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya);tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar (Terjemahan Ibnu Katsir)

Demikian Posting dari aku semoga bermanfaat 🙂

Sudah idealkah berat badan anda?

August 23, 2009 7 comments

Setelah lulus kuliah, salah satu hal yang kadang menjadi permasalahan adalah meningkatnya dengan pesat berat badan. Dan jelas itu pun membuat kita waswas apakah ini masih normal atau sudah di luar batas.

Untuk mengukur apakah berat badan kita masih ideal atau tidak, WHO membuat sebuah standar yang dinamakan BMI (Body Mass Index) yang mengkalkulasikan perbandingan tinggi dan berat badan. Besaran BMI dihitung melalui rumus:

BMI = berat badan / (tinggi badan x tinggi badan)

catatan : berat dalam kg (kilogram) tinggi dalam m (meter)

Kemudian nilai dari BMI dipetakan sebagai berikut

  • Sangat kurus : BMI < 16.5
  • Kurus : 16.5 <= BMI < 18.5
  • Normal : 18.5 <= BMI < 25
  • Gemuk : 25 <= BMI < 30
  • Kegemukan level I : 30 <= BMI < 35
  • Kegemukan level II : 35 <= BMI < 40
  • Kegemukan level III : BMI > 40

Selamat berhitung dan tentukan apakah berat anda normal… Semoga bermanfaat 😀

Referensi:

Manohara dan Hubungan Indonesia-Malaysia

April 25, 2009 24 comments

Jagad hiburan Indonesia digemparkan oleh jenis berita yang selama masa hidup saya baru kali ini saya mendengarnya. Seorang model belia asal Indonesia yang saya sendiri baru mendengar namanya disiksa oleh suaminya sendiri yang berstatus sebagai pangeran kerajaan kelantan (salah satu negara bagian Malaysia). Wanita belia yang umurnya tidak jauh beda dengan adik saya itu bernama Manohara (17).

Sudah banyak situs-situs berita yang mengulas kronologis kasus ini secara mendalam, jadi saya tidak akan mengulas mengenai hal tersebut. Namun dari sekian banyak berita tersebut di media belum ada ulasan yang cukup menjawab pertanyaan yang terbesit di benak saya yang sampai saat ini.

Apabila kita tengok lagi sejak pertama kali isu ini mencuat, seperti disengaja bertepatan dengan peringatan hari Kartini tanggal 21 April lalu. Hari peringatan tentang penghargaan terhadap kaum perempuan yang diperingati oleh bangsa Indonesia. Ada skenario apa dibalik semua ini. Apakah munculnya kasus ini merupakan suatu upaya pelecehan terhadap peringatan hari Kartini? Kalau iya siapa dalang dari semua ini? Dan untuk apa?

Kemudian yang tidak habis pikir adalah kenapa selalu saja hubungan tidak baik yang terjadi antar negara tetagga kita, Malaysia adalah yang paling sering menjadi seteru Indonesia dalam beberapa kasus sebelumnya dan kasus ini tentunya. Apakah sebegitu bermusuhankah Indonesia dan Malaysia, sehingga walaupun bertetangga tetapi bahagia jika tetangganya menderita. Atau jangan-jangan semua ini adalah upaya adu domba? kalau iya, siapa dan untuk apa?

Ada yang bisa membantu menjawab pertanyaan saya ini?

Transportasi Umum Vs. Transportasi Pribadi

April 3, 2009 7 comments

Membahas transportasi umum di negeri ini rasanya sudah seperti berbicara tentang film horor saja. Pesawat jatuh, kapal tenggelam, kereta api tabrakan, busway terbakar satu per satu silih berganti mewarnai headline di surat-surat kabar. Seolah-olah bencana itu satu sama lain sudah terkoordinasi rapi mengikuti alur sebuah skenario, entah siapa sutradara tega di balik ini semua.

Di tengah rasa cemas, was-was atas tidak reliable-nya transportasi yang kunjung menghantui para pengguna transportasi umum, sebagian kalangan, termasuk diri saya mulai melirik transportasi pribadi sebagai solusi alternatif. “Daripada menggunakan transportasi umum yang sering telat, sering kecelakaan mendingan pakai transportasi pribadi, cepet dan biaya yang dikeluarkan nggak beda2 jauh”, pikir saya saat memutuskan mulai menggunakan motor sebagai kendaraan pribadi saya.

Setelah kurang lebih dalam kurun waktu satu tahun menggunakan motor baru saya sadari satu hal yang dimiliki transportasi umum dan tidak dimiliki transportasi pribadi. Walaupun transportasi umum dengan segala kekurangannya sering kali membuat jengkel, sakit hati, dan nyaris bunuh diri, perjalanan dengan transportasi umum akan membuat kita lebih merasa sebagai manusia. Hal ini disebabkan karena selama perjalanan dengan transportasi umum tidak sekedar perjalanannya saja yang ditunaikan tetapi komunikasi, interaksi atau bahkan diskusi–yang merupakan kebutuhan kodrati kita sebagai makhluk sosial–juga kerap dilakukan antar penumpang. Itu yang membuat transportasi umum lebih terasa nikmatnya. Sangat berbeda saat mengendarai transportasi pribadi dalam kasus saya tadi adalah motor. Jangan berharap berkendara motor bisa haha hihi, canda tawa, apalagi diskusi. Untuk meletakkan pantat sendiri saja terkadang sudah membuat motor penuh sesak, belum lagi kalau kepala dan muka sudah dibalut dengan helm, rasanya seperti sendirian saja di dunia ini, semua yang diucapkan,  hanya diri sendiri sajalah yang dapat mendengarkan.

Ini (bukan) Motor Saya

Ini (bukan) Motor Saya