Archive

Archive for the ‘Pengalaman’ Category

Jembatan Kartanegara

December 8, 2011 1 comment

sebelas tahun usiamu

masih muda masih belia

Namamu Kartanegara

Nama seorang Raja

Sebagai doa

Agar kau selalu jaya

 

Tapi itulah bencana

selalu datang tanpa duga

kini semua berduka

saling tuding saling sangka

ini salah siapa??

 

kawan percayakah kau akan takdir

takdir, bahwa apapun miliki akhir

ya.. begitulah

setiap akhir memang membuat air mata mengalir

 

Sekarang saatnya mengelola hati

dan lakukan evaluasi

hal serupa jangan terjadi lagi

 

Sebagai bangsa besar

kita harus belajar

juga tetap tegar

Terinspirasi saat membuka foto-foto lama. Saat ada tugas dinas ke Samarinda. Inilah foto jembatan kertanegara 2 tahun lalu saat masih berdiri jaya.

Jembatan Kartanegara 1

Jembatan Kartanegara saat tahun 2009

Jembatan Kartanegara 2

Jembatan Kartanegara dengan lalu lintasnya tahun 2009, relatif sepi

Jembatan Kartanegara 3

Jembatan Kartanegara tampak dari jauh, mirip Golden Gate nya San Fransisco (2009)

Advertisements

Mengatasi Cegukan

June 5, 2011 5 comments
cegukan

Modelnya Cantik ya.. 😛

Aku yakin hampir semua orang pernah mengalami cegukan. Hayoo, yang nggak pernah cegukan ngacung..

Fenomena ini memang cukup mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi saat akan ketemu klien, presentasi  atau nyanyi tiba-tiba cegukan. Waduh, worst case nya bisa dibatalkan acaranya.

Post kali ini aku akan menceritakan pengalaman pribadi bergelut dengan yang namanya. Mudah-mudahan bisa membantu para pembaca yang saat ini sedang cegukan atau mungkin kalau suatu saat mengalami cegukan.

Waktu itu aku mengalami cegukan yang cukup lama, kurang lebih seharian dan tidak hilang-hilang. Akan tetapi tanpa disengaja, pada sore harinya aku menemukan cara yang ampuh untuk menghilangkan cegukan.

Menurut analisis saya, cegukan itu terjadi karena tidak sinkronnya antara ritme pernafasan kita dengan ritme denyut jantung yang memompa darah ke paru-paru. Dan untuk mengatasinya, ya kita harus mensinkronkan ritme / irama pernafasan dan denyut jantung kita. Ini memang tidak ilmiah, tapi berdasarkan pengalaman pribadi aja.

Bagaimana mensinkronkan pernafasan dan denyut jantung? Karena denyut jantung tidak bisa kita atur, maka yang kita atur adalah ritme pernafasan kita agar mengikuti  ritme denyut jantung kita. Kurang lebih yang sering aku praktikkan selama ini adalah sebagai berikut:

  1. Tarik nafas yang dalam, tapi jangan terlalu dalam.
  2. Tahan nafas beberapa saat.
  3. Sambil menahan nafas, rasakan denyut jantung Anda
  4. Pada ritme yang tepat hembuskan nafas yang ditahan tadi kemudian bernafas secara biasa.

Pada langkah ke-4, untuk memproleh ritme yang tepat tidak susah karena secara naluriah kita akan secara otomatis bernafas sinkron dengan denyut jantung. Yang perlu dilakukan adalah langsung bernafas secara normal saja.

Dari 80an menjadi 70an

May 31, 2011 4 comments
timbangan

Bukan Kaki Jono

Selepas lulus S1 terjadi perubahan di badanku, yaitu beratnya. Sampai dua bulan lalu beratku sekitar 80an kilo. Untuk aku yang tinggi badan sekitar 170 cm jelas terhitung kegemukan. Dan aku memang merasa begitu, celana yang tadinya pas dan longgar terasa menjadi sesak. Bagi yang ingin mengukur berat kalian ideal atau tidak silakan cek di sini.

Dua bulan lalu aku berniat untuk mengecilkan lingkar pinggang ini dan sekaligus berat badan yang berlebihan ini. Berbekal tekad itulah aku mulai program diet ini. Inilah program diet yang aku jalani.

1. Makan Nasi Pagi dan Sore

Mengkonsumsi Nasi paling pas itu waktu pagi jam 7-9 dan sore menjelang maghrib. Waktu itu paling pas karena kinerja pencernaan sedang optimal-optimalnya. Kalau untuk lauknya, terserah sesuai selera, yang penting seimbang

2. Makan Siang Buah

Sementara itu untuk makan siang makanlah buah. Buah apapun yang kamu sukai. kalau aku favorit buah-buah ini:

  1. Melon, harumnya menggugah selera.
  2. Pepaya, karena bisa melancarkan BAB,
  3. Semangka karena punya khasiat ini, sebenernya jadi suka semangka karena dulu waktu kuliah makan malamnya sering dpt dapet semangka untuk pencuci mulut 🙂

Banyak buah yang dimakan, terserah. Tenang aja, nggak ada ceritanya orang kegemukan karena banyak makan buah 🙂

3. Olahraga Rutin (Jogging Pagi)

Olah raga rutin tidaklah harus setiap hari, ya minimal seminggu dua sampai tiga kali. Olah raga yang pas itu jogging pagi. Tidak perlu jauh-jauh,cukup minimal 1 km aja minimal sekali olah raga.

4. Cemilan Sehat, Buah

Mulut kalo emang lagi pengen ngunyah malem2 apa aja bisa dimakan. Nah, buat mengatasinya selalu siap sedia buah di kulkas. Kalau lagi ingin nyemil tinggal ambil aja buah lalu dipotong-potong buahnya, trus makan pakai garpu sambil ngerjain tugas atau browsing. Kebetulan aku suka pepaya buat nyemil karena bisa memperlancar BAB selain buah ini mudah didapat dan rata2 manis.

5. Minum Air Putih Pagi-Pagi setelah Bangun tidur

Dan yang terakhir tipsnya adalah minum air putih langsung setelah bangun tidur sebanyak-banyaknya sampai enek, tapi jangan sampai muntah 🙂 Nah biasanya abis minum air banyak begitu kita langsung ingin poop.

Yah, kurang lebih demikian tips yang aku jalani selama 2 bulan ini, bagi temen-temen yang mau meniru silakan  🙂

Sebagai catatan, dalam menjalankan program ini sebenernya nggak perlu terlalu kaku sih, aturan-aturan di atas cukup fleksibel yang penting niatan untuk menjalani.  Misalnya kalau bangun tidur langsung ingin ke toilet jangan ditahan dulu minum air putih bisa-bisa ngompol nanti. =))

Atau kalau pas makan siang ada temen yang ulang tahun dan mentraktir seluruh kantor. Untuk kasus ini tak perlu menolak karena alasan diet, nanti justru akan melukai hati sang birthday girl or boy. Makan saja dengan tetap mengontrol makanan yang masuk ke tubuh kita. Bagaimana tips makan namun tetap bisa mengontrol asupan yang masuk ke tubuh kita? Itu akan menjadi materi tulisan selanjutnya. Ditunggu saja yaa 🙂

Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe

May 17, 2011 1 comment

Dari seri posting tentang masak-memasak sebelumya, menu-menu yang aku pilih sangat didominasi oleh masakan sayur-sayuran. Hal ini karena secara pribadi saya memang suka makan olahan dari sayur mayur. Selain sehat dan baik untuk diet, memang sedari kecil saya suka sayur-sayuran kecuali bayam (sekarang sih semua sayur suka).

cabe bawang

cabe bawang

Dari serangkaian menu sayur yang saya coba masak saya mempelajari, ternyata bumbu-bumbu yang pasti ada di semua sayur adalah bawang merah, bawang putih dan cabe. Tinggal komposisinya saja yang disesuaikan dengan selera. Dan bumbu yang tidak kalah pentingnya juga sangat mempengaruhi rasa, yaitu komposisi antara garam dan gula.

Naah termasuk menu kali ini nih yang aku buat yaitu, “oseng-oseng buncis”.

Bahan:

  • Buncis
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Cabe
  • Garam
  • Gula Pasir / Gula Merah
  • Penyedap rasa

Proses Memasak:

  1. Potong potong buncis
  2. Cincang Cabe dan Bawang
  3. Tumis cabe dan bawang sampai harum
  4. Masukkan gula
  5. Kemudian buncis yang menjadi bahan utama masuk wajan
  6. Diaduk aduk sampai rata
  7. Siram air sedikit, kemudian tetap diaduk aduk
  8. Bila air sudah mulai mendidik, beri garam dan penyedap rasa secukupnya sampai rasanya pas.
  9. Tutup wajan, tunggu sampai buncis agak layu.
  10. Aduk-aduk sebentar
  11. Hidangkan

Naah… This is it.. Hasilnya:

Oseng-Oseng Buncis

Oseng-Oseng Buncis ala Chef Jono

Terus Berkarya

May 16, 2011 3 comments

Bulan lalu secara resmi aku melakukan hijrah tempat kerja dari tempat kerja sebelumnya ke tempat kerja aku yang sekarang. Dari sisi skala ekonomi tempat saya bekerja sebelumnya dapat dikatakan memiliki skala yang lebih besar dibandingkan dengan tempat saya bekerja saat ini. Yah sebenarnya juga tidak bisa dikatakan bekerja, karena aku hanya sekedar mengerjakan proyek yang aku bawa sendiri kemudian proyek tersebut dikerjakan atas nama perusahaan tersebut yang kebetulan juga rekan kuliah saya sendiri di MTI UI. Beliau mendapat pengalaman bagi perusahaannya dan saya mendapat keuntungan finansial dan pengakuan secara legal. Sungguh sebuah simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.

Sesungguhnya kondisi seperti saat ini bukan aku yang merencanakan, dapat dikatakan, it just happened. Padahal sebelumnya aku berfikir untuk hijrah  dan bekerja di perusahaan lain yang sejenis yg mungkin lebih besar. Namun di balik ketidakterencanaan ini terdapat beberapa hal yang patut aku syukuri dari hijrah yang telah aku jalani.

Presentasi Direksi

Persiapan Presentasi di Depan Direksi

Hal pertama yang patut disyukuri adalah kini aku punya lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan diri karena kondisi di tempat kerjaku sebelumnya sudah terlalu banyak SDM yang jauh lebih ahli dari aku sendiri sehingga kesempatan tersebut belum pernah datang. Contoh kesempatan yang alhamdulillah aku peroleh adalah untuk memimpin sebuah proyek dan  melakukan presentasi di depan direksi dari perusahaan klien.

Hal lain yang juga patut aku syukuri adalah dengan mengalami memimpin dan bertanggung jawab atas sebuah proyek sendiri, aku menjadi lebih memahami banyak hal yang sebelumnya aku sekedar tahu dan laksanakan. Kini aku lebih memahami mengapa alasan hal-hal tersebut perlu dilakukan atau tidak perlu dilakukan.

Pada akhirnya semua itu bermuara pada proses pendewasaan dan perbaikan diriku pribadi sehingga insya Allah menjadi pribadi yang semakin baik. Teruslah berkarya dan memperbaiki diri walau apapun yang terjadi.

Setiap kejadian yang terjadi dalam hidup pada dasarnya merupakan sebuah proses pendewasaan dan titik perbaikan diri. Tergantung bagaimana  kita menyikapinya.

Teruslah Mencoba

May 14, 2011 3 comments

Post kali ini merupakan seri masak memasak selanjutnya. Kejadian ini berlangsung kemarin untuk menyiapkan makan malam. Menu yang akan disajikan adalah tumis labu siam. Untuk masakan kali ini sedikit gagal, tapi tak apa-apa, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jadi TERUSLAH MENCOBA.

Resep tumis labu siam yang aku buat ini merefer ke situs ini. Sayangnya karena terlalu singkat, ada tahapan yang terlupa. Umumnya kalau mengolah labu siam, setelah dimasak, irisan labu siam dicampur garam dan diremas-remas pakai tangan (jangan pake kaki, nanti bau 😛 ). Konon katanya hal ini dilakukan agar getah2 labu siam hilang dan potongan labu siam jadi tidak kaku. Nah yang tidak kalah penting adalah, setelah diremas-remas adalah jangan lupa sayur dibilas lagi dengan air agar garamnya hilang. Sayangnya langkah yang ini terlewat di hidanganku malam tadi. Hahaha… kejadian lagi deh masakan asin. Padahal kalau dirasakan kuahnya sudah pas mantab.

Inilah penampakannya:

Bahan tumis labu siam

Ini bahan dan bumbunya.. 🙂

Tumis labu siam

Naah.. ini hasilnya.. 🙂

Nah, info tambahan, denger-denger labu siam ini punya khasiat bagus lho bagus lho untuk menurunkan kolesterol dan mencegah asam urat.

Next coba apa lagi ya? Ada saran?

Tape Goreng ala Chef Jono

May 12, 2011 4 comments

Setelah dua hari lalu melatih kemampuan mengolah kuliner dengan memasak tumis kangkung, hari ini aku melatih kemampuan lagi dengan membuat tape goreng. Menu sederhana yang lumayan cepat disajikan untuk buka puasa.

Kebetulan pas kamis sore pulang kerja, buka kulkas eh ada Tape Singkong, terus lihat di lemari bumbu eh ada Terigu. Marilah kita bereksperimen. *ngangkat wajan*

Peralatan yang diperlukan:

  • Piring
  • Sendok
  • Wajan untuk goreng

Bahan-bahanya:

  • Tape singkong (dua batang yang kecil)
  • Terigu (kira 50 gram kali ya)
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng
adonan

adonan tape+terigu+air

Proses memasaknya:

  1. Nah pertama kita haluskan dulu tapenya
  2. Setelah halus, campurkan terigu dan air secukupnya (jangan terlalu encer) sehingga jadi kayak gambar di sebelah.
  3. Yang paling penting biar rasanya seimbang tambahkan garam secukupnya (jangan kebanyakan nanti asin, kayak kemaren)
  4. Lalu panaskan minyak di wajan dengan api sedang untuk menggoreng.
  5. Kalau sudah panas, mari kita goreng adonan dengan bentuk pipih-pipih \m/
  6. Kalau sudah habis adonannya tiriskan gorengan tapenya.
  7. Selesai deh… 🙂

And this is it.. Tape Goreng ala Jono buat bahan buka puasa.. Kali ini rasanya memuaskan saya kasih nilai 8 dari 10 lah… hehehe.

This is it.. Tape Goreng

This is it.. Tape Goreng