Archive

Archive for the ‘Teknologi Informasi’ Category

POP3 yahoo.co.id

August 20, 2007 16 comments

Postingan ini aku buat sengaja karena permintaan temen-temen milis daripada aku posting di milis, nanti yang bisa baca cuma anak-anak milis doang… Jadi aku tulis di blog aja, biar semua orang yang buka blog gue bisa baca

Jadi begini ceritanya. Kebanyakan temen-temen sudah familiar dengan fasilitas email gratis dari yahoo.com. Sebenernya yahoo punya layanan email yang berbayar dan yang nggak berbayar. Salah satu kelebihan yang berbayar adalah punya fasilitas POP3. Tapi disadari atau tidak ternyata yahoo itu juga punya imel yang XX@yahoo.com dan XX@yahoo.co.id, XX@yahoo.co.uk, dsb yang juga free. Khusus untuk XX@yahoo.co.id entah karena promosi atau apa, layanan POP3 untuk email ini bisa diakses meski untuk layanan email yang gratis. Gimana caranya? Begini langkah-langkahnya kira-kira gampangnya:

1. Jika anda sudah punya layanan email yahoo.com atau yahoo-yahoo lainnya yang bukan yahoo.co.id silakan logout email anda.

2. Buka url ini: mail.yahoo.co.id. Di sini akan tampil halaman mirip yahoo.com tetapi dengan interface bahasa Indonesia. Kemudian register baru. Mirip seperti register ke yahoo.com tapi nggak bisa pake username yang sudah dipakai di yahoo.com. Sampai saat ini aku sendiri belum tau cara memindahkan id yang di yahoo.com ke yahoo.co.id. Jadi solusinya buat email baru. Mungkin itu kekurangannya.

3. Kalo udah daftar silakan login menggunakan id yang baru anda buat itu.

4. Tengoklah pojok kanan atas halaman email anda, kemudian cari dan pilih link opsi atau opsi surat

5. Kalau sudah terbuka halaman baru cari dan pilih menu “pop dan penerusan” atau “akses dan penerusan pop” atau mirip-mirip seperti itu lah bahasa inggrisnya pop and forwarding.

6. Pilih menu “Lihat Setelan POP”

7.  Nah dari situ ada cara-cara dan petunjuknya untuk setting di outlook atau thunderbird atau aplikasi lain yang sejenisnya. Gampang kok petunjuknya sudah bahasa Indonesia.

NB: Kalo tutorial outlook atau thunderbirdnya kapan-kapan aja yaa. Nanti bisa satu bab sendiri, hehe. Atau buat kita buat kelas tutorial sendiri 🙂

Advertisements

PRADO – Framework PHP yang Component Based (Part I)

July 16, 2007 5 comments

PRADO, mungkin selintas buat para pecinta sinetron akan teringat Dude Harlino di sinetron RCTI. Tapi kita nggak akan mengupas masalah persinetronan. Kenapa? Pertama emang gue nggak suka nonton sinetron (kecuali beberapa) dan nanti nggak matching dong sama judulnya 🙂 Yang akan gue bahas sebenernya nggak jauh-jauh dari apa yang lagi gue kerjain sekarang. Apalagi kalau bukan Kerja Praktek. Kebetulan kerja gue sekarang bikin sebuah sistem dan kebetulan bahasa pemrograman yang dipake PHP yang dibungkus pake PRADO.

About Framework
Sebelum cerita tentang PRADO gue pengen cerita sedikit tentang Framework. Setiap bahasa pemrograman seperti PHP lah contohnya adalah kumpulan ekspresi-ekspresi dan statement-statement yang terikat oleh grammar yang ada di bahasa pemrograman tersebut dan yang pastinya punya tujuan (fungsi). Tetapi ternyata grammar tersebut masih membuat bahasa pemrograman masih cukup luas sehingga untuk membentuk tujuan yang sama ada banyak ekspresi / cara yang dapat digunakan. Nah framework ini adalah aturan tambahan yang digunakan supaya untuk membuat sesuatu yang umum dibuat lebih mudah dan lebih cepat.

Gampangnya begini, analogikan bahasa pemrograman dengan bahasa Indonesia. Dengan modal bahasa Indonesia saja kita sudah bisa mengirim surat – contohnya surat cinta – dengan berbagai cara penulisan sekehendak hati si penulis. Tapi buat orang yang pertama kali bikin surat cinta pastinya bingung kata apa yang pertama kali mau ditulis padahal si penulis mungkin sangat ahli berbahasa Indonesia. Nah di sini lah peran framework. Framework kalau di kasus ini adalah aturan-aturan tambahan, misalnya surat cinta itu terdiri dari 3 bagian pertama salam yang manis, bagian kedua adalah puisi dan kata-kata romantis dan bagian ketiga adalah salam kangen (ini contoh aja… gue juga belom pernah buat surat cinta…:P). Mudah-mudahan lebih faham dengan penganalogian seperti itu.

Component Based
Component Based adalah penitik beratan atau pemfokusan pada peyederhanaan masalah dengan cara memecah menjadi bagian-bagian (Component) yang memiliki fungsinya masing-masing. Kalau Prado sendiri yang merupakan framework untuk aplikasi berbasis web, membagi komponen-komponennya menjadi komponen-komponen yang ada di web misalnya RadioButton, TextBox, Hyperlink, dsb. Dan tugas kita adalah mengatur / menyusun komponen-komponen itu menjadi sesuatu yang kita inginkan yang nantinya juga dianggap sebagai komponen (komponen yang lebih besar).

Contoh Penggunaan PRADO
Berikut contoh mudah (Hello World) yang diambil dari situs resminya prado. Yang harus anda lakukan adalah pertama kali download prado dari situs ini kemudian ekstrak ke webroot. Untuk membuat aplikasi baru jalankan perintah berikut melalui shell atau terminal:

“php pathToPradoRoot/framework/prado.php <nama projectnya>”

Untuk pengguna windows tinggal disesuaikan separator direktorinya ( tanda ‘/’ menjadi ‘\’).

Nanti akan secara otomatis terbentuk folder sesuai dengan nama project yang anda sebutkan yang telah disusun sesuai workspace prado. Di dalam folder itu kira-kira struktur direktorinya sbb:

Kemudian edit file Home.page di direktori protected/pages. Kalau belum ada ya dibuat aja. Kira-kira isinya seperti ini:

<html>
  <body>
    <com:TForm>
      <com:TButton Text="Click me" OnClick="buttonClicked" />
    </com:TForm>
  </body>
</html>

Selain itu buat file Home.php juga di tempat yang sama kira-kira isinya sbb:

 

class Home extends TPage
{
    public function buttonClicked($sender,$param)
    {
        // $sender refers to the button component
        $sender->Text="Hello World!";
    }
}

Udah deh website dah bisa diakses. Silakan oprek-oprek lebih lanjut. Manualnya ada di direktori prado yang tadi di download kok.

Mungkin segini dulu yang bisa gue share… Tunggu postingan selanjutnya Mau balik kerja lagi hehe (Pake Prado juga…) :p

Ternyata gue butuh “Rekayasa Perangkat Lunak” juga

July 6, 2007 6 comments

Memang proses belajar itu perlu yang dinamakan proses pengaplikasian ilmu, nggak bisa cuma sekedar tahu proses atau alurnya aja. Sama seperti yang saya rasakan sekarang ini. Dulu pas belajar mata kuliah rekayasa perangkat lunak atau kalau versi inggrisnya Software Engineering gw masih belum paham sepenuhnya apa fungsi requirement gathering, analysis, desain, implementasi, deployment & testing (walaupun untuk kuliah ini gue dapet A 🙂 ). Yang gw dapet saat kuliah itu cuma sekedar teori bahwa dalam pembuatan software secara umum alurnya seperti itu, yang gue sebutkan sebelumnya (waterfall), sedangkan metodology-metodology yang banyak itu cuma pengembangan dan pengoptimalan dari alur tersebut seperti agile methodology yang banyak juga versinya kayak XP, Scrum, RAD, dan kawan-kawan lainnya.

Yah.. mungkin agak terlambat gw baru paham sekarang — tapi kata orang bijak, tidak ada kata terlambat :P. Gue baru paham (btw yang bener paham atau faham sih..) — pas gue mengimplementasikan hal tersebut buat Kerja Praktek — kalau sebenarnya proses pembuatan software itu intinya cuma coding dan pembuatan dokumentasi. Dokumentasi yang penting juga buat gw cuma user manual aja yang bakalan bantu end user nanti. Tapi nggak sampai di situ aja, untuk mendukung hal tersebut, ternyata dibutuhkan juga proses-proses lainnya seperti requirement gathering untuk memastikan “apa sih kebutuhan customer nih..?”, trus desain, dulu gue pikir desain itu cuma sekedar buat dokumentasi, ternyata nggak, gw merasakan sekarang kalau desain itu tujuan utamanya untuk mendukung proses implementasi yaitu untuk menyederhanakan proses codingnya nanti.

Btw… dah lama juga ya gw nggak nulis di blog ini… Buat para pengunjung setia blog gue (kalo ada hehehe…), saya mohon maaf karena selama ini saya disibukkan oleh kerja praktek dan sekarang juga…

Mencegah Spam Cara Baru

June 12, 2007 Leave a comment

Layanan web pastinya sarat dengan orang-orang iseng dengan berbagai tujuan, atau biasanya kita sebut dengan SPAM. Untuk itu biasanya di beberapa layanan web (webservice) dilengkapi dengan autentikasi dengan pertanyaan yang mudah untuk dilakukan oleh manusia tetapi susah dilakukan oleh komputer. Kalo pake bahasa keren bisa disebut dengan CAPTCHA (Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart) atau HIP (Human Interactive Proof). Gampangnya, mungkin waktu anda menggunakan webservice sering melihat pengujian seperti ini:

Kemudian kita/pengunjung diminta untuk mengetikan huruf-huruf yang tercetak dalam gambar tersebut. Ini adalah cara yang paling sering dilakukan oleh penyedia layanan web untuk mencegah spam. Tapi ternyata cara ini sudah tidak ampuh lagi. Karena dengan huruf yang njelimet yang susah dimengerti sama manusia justru lebih mudah dibaca oleh mesin (robot spam) yang disebabkan semakin canggihnya teknologi character recognition yang ada sekarang.

Sekarang ada cara baru, paling tidak buat gue baru (tahu). Cara ini disebut dengan Asirra (Animal Species Image Recognition for Restricting Access). Untuk Asirra ini autentikasi yang diberikan adalah dengan memberi tes dengan memberikan gambar spesies-spesies hewan yang diminta diidentifikasi oleh pengunjung. Secara logis cara ini lebih susah untuk ditembus karena diperlukan usaha ekstra untuk mengenali spesies apa yang ada di gambar, tapi buat manusia ini adalah hal yang mudah. Misalnya untuk mengenali anjing atau kucing. Untuk contohnya coba buka klik disini. Layanan ini bersifat pihak ketiga. Jadi microsoft sebagai penyedia layanan untuk autentikasi untuk penyedia layanan dan pengunjung webservice secara gratis. Namun terdapat beberapa kelemahan yang terdapat di layanan microsoft tersebut. Untuk lengkapnya buka aja disini.

Tapi idenya bagus sih. Sebenernya bisa dibuat sendiri kok. Jadi buat anda yang ingin membuat cara pencegahan spam seperti in bisa menghubungi saya atau menghubungi jasa konsultan. Insya Allah saya bisa membantu.

Youtube Indonesia (layartancap.com)

May 4, 2007 22 comments

layartancap.comHoreee, akhirnya nambah lagi situs lokal yang menyediakan layanan elektronik. Setelah sebelumnya nongol gudangupload sebagai substitusi dari megaupload atau rapidshare, sekarang sudah tersedia layanan serupa YouTube yang ada di Indonesia — sebut aja YouTube Indonesia — yang beralamat di http://www.layartancap.com.

Setelah gue liat-liat kayaknya layartancap.com ini punya beberapa kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan youtube:

  1. Lebih cepat, soalnya servernya lokal, cocok buat bagi-bagi video yang sifatnya lokal atau orang-orang yang mau dishare lokal (kelebihan)
  2. Bisa mengurangi beban devisa negara dari bandwidth ke luar (keuntungan)
  3. Masih sedikit videonya karena emang belum banyak orang yang tau tentang situs ini (kekurangan)
  4. Management video yang masih kurang, terlihat dari belum adanya kategori video. (kekurangan)

Tapi gue yakin sebentar lagi situs ini bakalan rame dikunjungin orang-orang Indonesia pecinta YouTube

~ Hidup Indonesia ~

Recovery Mode Ubuntu

May 2, 2007 3 comments

Buat para pecinta Ubuntu gue pengen berbagi pengalaman sama kalian tentang Recovery Mode yang ada di Ubuntu. Pertama kali gue berhubungan sama Recovery Mode — selanjutnya gue singkan RM — yaitu saat gue pertama kali install Ubuntu, waktu itu masih versi 5.04. yang masih standard lah nggak kayak sekarang. Waktu itu gue bingung gimana nih cara jadi root — maklum masih pemula saat itu (sekarang juga sih) — padahal gue butuh install xmms buat play mp3 karena nggak ada player default yang bisa play mp3 di ubuntu versi tsb — sampe sekarang juga kayaknya. Sambil nyari-nyari akhirnya gue temuin lah caranya yaitu dengan memilih Pilihan RM saat memilih boot.

Cara ini sebenarnya tidak lazim karena umumnya tinggal memanggil perintah sudo su dari user yang kita buat saat instalasi dan viola — nyontek gaya orang — jadi lah root. Tapi dari sini gue menyadari sesuatu. FYI pada saat pertama kali masuk ke dalam RM status lo langsung menjadi root komputer dan jelas ini berbahaya kalau orang yang bukan muhrimnya (OYBM) komputer ini melakukan hal ini. Yang gue lakukan saat itu adalah langsung mengubah password root-nya. Dengan begitu kalau ada yang mencoba masuk ke RM lagi akan dimintain password root dulu, kalo nggak ya langsung otomatis jadi root.

Tapi sayangnya banyak orang yang nggak tau tentang hal ini dan biasanya password rootnya nggak di-set jadi dengan seenaknya OYBM ngobok-ngobok komputer korban yang masih lugu — virgin.

Dan sayangnya hal yang tidak diinginkan ini terjadi di lab komputer kampus gue sendiri. Entah mungkin admin labnya lupa tentang hal ini. Tapi kayaknya nggak tau deh soalnya dilakukan berulang kali setiap ganti versi ubuntu. Sebagai manusia biasa akhirnya tangan jahat gue ini tidak tahan membiarkan hal ini mubazir tidak dimanfaatkan. Akhirnya gue berubah jadi OYBM yang ngobok-ngobok beberapa komputer yang terinstall ubuntu dengan sesuka hati gue installin software yang gue mau. Ha..Ha… Alhamdulillah sampai saat ini belum ketahuan. Mudah-mudahan admin lab komputer lab gue nggak baca postingan ini.

Categories: Teknologi Informasi

Photoshop Portable

April 29, 2007 1 comment

Kemaren gue mergokin ada teman gue yang menggunakan photoshop di ruang BEM — Badan Eksekutif Mahasiswa — padahal kan pemakaian aplikasi bajakan di kampus itu sangat dilarang kecuali windowsnya karena sudah diizinkan. “Nggak apa-apalah ntar kan langsung di uninstall”, katanya. “Dasar”, dalam hati gue. Tapi pas gue perhatiin lagi ternyata photoshop yang dipake itu ternyata photoshop portable. Ada ya…ternyata? Tapi gue makin bingung lisensinya gimana yaa???

Categories: Teknologi Informasi