Archive

Posts Tagged ‘bimbo’

Bimbo – Sajadah Panjang

May 26, 2011 Leave a comment

Sewaktu kecil, nasyid yang aku dengar pertama kali  adalah lagu-lagunya Bimbo. Apalagi waktu Ramadhan. Sepertinya udah “legend” banget deh lagu-lagunya.

Nasyid yang sering aku dengar selepas shubuh selain yang judulnya “Anak Bertanya Pada Bapaknya” adalah “Sajadah”. Waktu itu aku nggak ngerti maksud dari lirik lagu yang dinyanyikan, yang aku ingat iramanya sangat syahdu sendu dan sedih banget. Mendukung banget untuk kontemplasi. Setelah membaca liriknya ternyata lagu “Sajadah” ini punya lirik yang “dalem” banget. Berikut coba simak liriknya:

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Di selingi sekedar interupsi

Reff:
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya

Lagu ini mengingatkan kita kalau hidup kita di dunia merupakan sebuah perjalanan yang pasti berakhir, diilustrasikan dengan sajadah yang panjang. Selama perjalanan itu seyogianya kita senantiasa mengingat Allah SWT melalui sholat walaupun selama perjalanan kita disibukkan oleh kegiatan-kegiatan lain sepert mencari nafkah dan menuntut ilmu dan sebagainya.

Bagi yang ingin mendengarkan lagunya, selamat menikmati link ini

Advertisements

Ada Anak Bertanya pada Bapaknya (2)

September 5, 2008 Leave a comment

cerita sebelumnya

Anak: “Bapak, tadarus apa gunanya?”

Bapak: “Tadarus itu artinya memahami kitab suci kita, yaitu Al Quran. Dengan memahaminya, Insya Allah kita sudah dekat untuk mengamalkannya”

Anak: “Ooo, berarti kita mesti memahami, tidak sekedar membaca. Tapi kan Al Quran kan bahasa Arab, berarti harus baca terjemahannya untuk memahaminya ya, Pak?”

Bapak: “Ya iya lah…. Masa’ Ya iya dong…..”

Ada Anak Bertanya pada Bapaknya

September 5, 2008 Leave a comment

Anak: “Pak, untuk apa sih kita berlapar-lapar puasa?”

Bapak: “Lapar itu untuk mengajarkan kita untuk senantiasa rendah hati, Nak”

Anak: “Kenapa bisa begitu, Pak?”

Bapak: “Dengan lapar, kita bisa merasakan apa yang dirasakan pengemis-pengemis, pengamen-pengamen di jalan sana yang mungkin tidak makan selama beberapa hari”

Anak: “Tapi bukankah pengemis-pengemis penghasilannya besar, yang anak-anak kecil saja ada yang berpenghasilan Rp. 100.000 per hari. Malah ada kabar ada pengemis yang dari hasil mengemisnya bisa membeli rumah di kampungnya. Kok bisa lebih hebat dari kita ya pak yang masih ngontrak?”

Bapak: “Iya ya….?”

(terinspirasi dari lirik lagu Bimbo)