Archive

Posts Tagged ‘kuliner’

Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe

May 17, 2011 1 comment

Dari seri posting tentang masak-memasak sebelumya, menu-menu yang aku pilih sangat didominasi oleh masakan sayur-sayuran. Hal ini karena secara pribadi saya memang suka makan olahan dari sayur mayur. Selain sehat dan baik untuk diet, memang sedari kecil saya suka sayur-sayuran kecuali bayam (sekarang sih semua sayur suka).

cabe bawang

cabe bawang

Dari serangkaian menu sayur yang saya coba masak saya mempelajari, ternyata bumbu-bumbu yang pasti ada di semua sayur adalah bawang merah, bawang putih dan cabe. Tinggal komposisinya saja yang disesuaikan dengan selera. Dan bumbu yang tidak kalah pentingnya juga sangat mempengaruhi rasa, yaitu komposisi antara garam dan gula.

Naah termasuk menu kali ini nih yang aku buat yaitu, “oseng-oseng buncis”.

Bahan:

  • Buncis
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Cabe
  • Garam
  • Gula Pasir / Gula Merah
  • Penyedap rasa

Proses Memasak:

  1. Potong potong buncis
  2. Cincang Cabe dan Bawang
  3. Tumis cabe dan bawang sampai harum
  4. Masukkan gula
  5. Kemudian buncis yang menjadi bahan utama masuk wajan
  6. Diaduk aduk sampai rata
  7. Siram air sedikit, kemudian tetap diaduk aduk
  8. Bila air sudah mulai mendidik, beri garam dan penyedap rasa secukupnya sampai rasanya pas.
  9. Tutup wajan, tunggu sampai buncis agak layu.
  10. Aduk-aduk sebentar
  11. Hidangkan

Naah… This is it.. Hasilnya:

Oseng-Oseng Buncis

Oseng-Oseng Buncis ala Chef Jono

Advertisements

Teruslah Mencoba

May 14, 2011 3 comments

Post kali ini merupakan seri masak memasak selanjutnya. Kejadian ini berlangsung kemarin untuk menyiapkan makan malam. Menu yang akan disajikan adalah tumis labu siam. Untuk masakan kali ini sedikit gagal, tapi tak apa-apa, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jadi TERUSLAH MENCOBA.

Resep tumis labu siam yang aku buat ini merefer ke situs ini. Sayangnya karena terlalu singkat, ada tahapan yang terlupa. Umumnya kalau mengolah labu siam, setelah dimasak, irisan labu siam dicampur garam dan diremas-remas pakai tangan (jangan pake kaki, nanti bau 😛 ). Konon katanya hal ini dilakukan agar getah2 labu siam hilang dan potongan labu siam jadi tidak kaku. Nah yang tidak kalah penting adalah, setelah diremas-remas adalah jangan lupa sayur dibilas lagi dengan air agar garamnya hilang. Sayangnya langkah yang ini terlewat di hidanganku malam tadi. Hahaha… kejadian lagi deh masakan asin. Padahal kalau dirasakan kuahnya sudah pas mantab.

Inilah penampakannya:

Bahan tumis labu siam

Ini bahan dan bumbunya.. 🙂

Tumis labu siam

Naah.. ini hasilnya.. 🙂

Nah, info tambahan, denger-denger labu siam ini punya khasiat bagus lho bagus lho untuk menurunkan kolesterol dan mencegah asam urat.

Next coba apa lagi ya? Ada saran?

Tape Goreng ala Chef Jono

May 12, 2011 4 comments

Setelah dua hari lalu melatih kemampuan mengolah kuliner dengan memasak tumis kangkung, hari ini aku melatih kemampuan lagi dengan membuat tape goreng. Menu sederhana yang lumayan cepat disajikan untuk buka puasa.

Kebetulan pas kamis sore pulang kerja, buka kulkas eh ada Tape Singkong, terus lihat di lemari bumbu eh ada Terigu. Marilah kita bereksperimen. *ngangkat wajan*

Peralatan yang diperlukan:

  • Piring
  • Sendok
  • Wajan untuk goreng

Bahan-bahanya:

  • Tape singkong (dua batang yang kecil)
  • Terigu (kira 50 gram kali ya)
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng
adonan

adonan tape+terigu+air

Proses memasaknya:

  1. Nah pertama kita haluskan dulu tapenya
  2. Setelah halus, campurkan terigu dan air secukupnya (jangan terlalu encer) sehingga jadi kayak gambar di sebelah.
  3. Yang paling penting biar rasanya seimbang tambahkan garam secukupnya (jangan kebanyakan nanti asin, kayak kemaren)
  4. Lalu panaskan minyak di wajan dengan api sedang untuk menggoreng.
  5. Kalau sudah panas, mari kita goreng adonan dengan bentuk pipih-pipih \m/
  6. Kalau sudah habis adonannya tiriskan gorengan tapenya.
  7. Selesai deh… 🙂

And this is it.. Tape Goreng ala Jono buat bahan buka puasa.. Kali ini rasanya memuaskan saya kasih nilai 8 dari 10 lah… hehehe.

This is it.. Tape Goreng

This is it.. Tape Goreng

Tumis Kangkung ala Chef Jono

May 9, 2011 7 comments
ilustrasi

ilustrasi saja 🙂

Selalu ada yang pertama dalam segala hal, termasuk memasak. Malam ini merupakan malam pertama aku menggunakan skill-ku dalam bidang kuliner. Setelah sebelumnya catatan terbaikku dalam hal masak memasak adalah masak nasi goreng dan omelet dari mie instan, malam ini dicoba jenis masakan baru yang lebih kaya vitamin yaitu tumis kangkung.

Berikut resep versi Jono:

Bahan:

  • Cabe merah dan Cabe Rawit
  • Bawang merah 3 butir
  • Bawang putih 2 butir
  • Garam (secukupnya pake feeling aja)
  • Terasi (secukupnya juga)
  • Penyedap rasa
  • Kangkung dua ikat (ini yg plg penting)
  • Minyak goreng (secukupnya untuk menumis)

Alat:

  • Panci (berhubung tadi wajan lagi kotor)
  • centong (buat pengaduk)

Kronologis:

  1. aku potong-potong cabe, bawang merah, bawang putih
  2. Potong-potong kangkung lalu dicuci
  3. aku panaskan minyak di panci
  4. lalu aku tumis bawang dan cabe yang sudah dipotong-potong sampe wangi
  5. Masukkan garam secukupnya
  6. setelah itu aku masukin kangkung yang sudah dipotong-potong lalu diaduk-aduk
  7. kemudian aku masukkan penyedap rasa
  8. Terus aku masukin terasi yang dihaluskan pakai air
  9. Tunggu sampai mendidih
  10. Tutup panci sampai sayurnya layu

Nah begitulah kira-kira aksi aku memasak dan hebatnya rasanya hmmmm… ASIN 😛

Gambar di atas cuma ilustrasi. Bentuk aslinya nggak sempet difoto, udah terlanjur masuk perut.

Yaah gpp lah sekalian latihan jadi suami siaga nanti kalo istri melahirkan 🙂

Kota Kecil itu bernama Tegal

April 16, 2009 12 comments

Minggu lalu saya memperoleh sebuah kesempatan sangat langka. Kesempatan yang dalam seluruh rangkaian hidup saya, yaa baru kali ini saya memperolehnya. Kesempatan itu adalah kesempatan mengunjungi sebuah kota yang dinamakan Tegal. Maklum lebih dari setengah umur saya ini saya habiskan di kota besar yang bernama Jakarta yang penuh dengan hiruk pikuk kegiatan yang tiada henti sejak matahari terbit hingga terbit lagi. Lantas perjalanan ke kota kecil ini pun bak setetes embun di tengah gurun gersang, sangat menyegarkan dan menyenangkan.

Tegal paling terkenal dengan warung makannya yang tersebar seantero Indonesia, cukup satu kata “warteg”, pikiran sebagian besar orang pasti langsung tertuju pada rumah makan khas ala kota kecil ini. Maka, tidak salah kalau perjalanan ini menjadi sebuah wisata kuliner untuk memburu hidangan-hidangan asli kota Tegal. Selama berada di kota kecil ini terhitung terdapat tiga hidangan yang berkesan di lidah ini sampai turun ke hati. Hidangan itu adalah sauto tauco, nasi lengko, sate kambing muda dan sop kambing khas Tegal.

Kalau ingin menikmati sauto tauco dan nasi lengko yang paling enak, berdasarkan info dari teman saya yang buener2 asli orang tegal — dan saya pun sudah membuktikan — maka datanglah ke alun-alun kota tegal. Kemudian cari tempat makan yang namanya MORO TRESNO. Aroma khas tauco[1] nya benar-benar membangkitkan selera makan. Dan satu lagi yang kuliner yang tidak kalah khas adalah sate kambing muda Tegal beserta sop kambingnya. Pokoknya rasanya mak nyus tiada duanya. Apalagi ditambah, semua makanan dibayari oleh sahabatku yang dari Tegal itu, wah mak nyus nya jadi bertambah sepuluh kali lipat enaknya.

Sauto Tauco

Sauto Tauco

Nasi Lengko

Nasi Lengko

Sate Kambing Muda nan menggoda

Sate Kambing Muda nan menggoda

Sop Kambing bikin semriwing

Sop Kambing bikin semriwing

Nah… satu lagi makanan wisata kuliner yang patut untuk dicoba adalah warung lesehan yang dibuka setiap malam. Jangan salah warung lesehan bukan hanya ada di Malioboro Jogja saja, di Tegal juga ada, dan tentunya dengan ciri khas hidangan yang berbeda. Seperti layaknya warteg, warung lesehan Tegal ini juga menawarkan beragam pilihan makanan yang dapat dipilih semau kita. Nah kalau sudah malam dan dingin seperti saat itu minuman paling enak adalah teh poci hangat. Hmmm…. keharuman teh bercampur sensasi tanah liat membuat cita rasa teh menjadi semakin sensasional.

Makan Lesehan

Makan Lesehan

Kepada saudaraku Akhda Afif Rasyidi dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya telah membantu mewujudkan angan saya dan rekan-rekan untuk mewujudkan perjalanan ini. Untuk rekan-rekan, Mahen, Smell dan RAP, what’s next destination?

[1] Tauco adalah produk sampingan dari proses pembuatan tempe. Untuk beberapa orang aroma yang dihasilkan tauco dapat meningkatkan selera makan.