Archive

Posts Tagged ‘motor’

Transportasi Umum Vs. Transportasi Pribadi

April 3, 2009 7 comments

Membahas transportasi umum di negeri ini rasanya sudah seperti berbicara tentang film horor saja. Pesawat jatuh, kapal tenggelam, kereta api tabrakan, busway terbakar satu per satu silih berganti mewarnai headline di surat-surat kabar. Seolah-olah bencana itu satu sama lain sudah terkoordinasi rapi mengikuti alur sebuah skenario, entah siapa sutradara tega di balik ini semua.

Di tengah rasa cemas, was-was atas tidak reliable-nya transportasi yang kunjung menghantui para pengguna transportasi umum, sebagian kalangan, termasuk diri saya mulai melirik transportasi pribadi sebagai solusi alternatif. “Daripada menggunakan transportasi umum yang sering telat, sering kecelakaan mendingan pakai transportasi pribadi, cepet dan biaya yang dikeluarkan nggak beda2 jauh”, pikir saya saat memutuskan mulai menggunakan motor sebagai kendaraan pribadi saya.

Setelah kurang lebih dalam kurun waktu satu tahun menggunakan motor baru saya sadari satu hal yang dimiliki transportasi umum dan tidak dimiliki transportasi pribadi. Walaupun transportasi umum dengan segala kekurangannya sering kali membuat jengkel, sakit hati, dan nyaris bunuh diri, perjalanan dengan transportasi umum akan membuat kita lebih merasa sebagai manusia. Hal ini disebabkan karena selama perjalanan dengan transportasi umum tidak sekedar perjalanannya saja yang ditunaikan tetapi komunikasi, interaksi atau bahkan diskusi–yang merupakan kebutuhan kodrati kita sebagai makhluk sosial–juga kerap dilakukan antar penumpang. Itu yang membuat transportasi umum lebih terasa nikmatnya. Sangat berbeda saat mengendarai transportasi pribadi dalam kasus saya tadi adalah motor. Jangan berharap berkendara motor bisa haha hihi, canda tawa, apalagi diskusi. Untuk meletakkan pantat sendiri saja terkadang sudah membuat motor penuh sesak, belum lagi kalau kepala dan muka sudah dibalut dengan helm, rasanya seperti sendirian saja di dunia ini, semua yang diucapkan,  hanya diri sendiri sajalah yang dapat mendengarkan.

Ini (bukan) Motor Saya

Ini (bukan) Motor Saya

Pelajaran dari Mencuci Motor

January 13, 2009 2 comments

Motor baru juga merupakan semangat baru bagi saya. Betapa tidak, pembelian motor ini merupakan pembelian menggunakan jerih payah hasil tetesan keringat sendiri setelah sekian lama bekerja. Segala upaya pun dilakukan agar sang motor terlihat bersih dan kinclong setiap saat.

Suatu sore saya meluangkan waktu untuk mencuci motor. Saya mencuci setiap jengkal dari motor saya dengan penuh ketelitian dan kejelian. Mulai dari bagian lampu dan speedometernya saya bersihkan, kemudian spionnya. Turun lagi ke bawah bagian body motornya yang hitam dan shock breakernya, tak saya biarkan satu titik debu pun tersisa. Kemudian turun lagi ke bagian rodanya, saya bersihkan setiap jari-jari roda sampai benar-benar terlihat kinclong. Alhasil, motor saya pun terlihat bersih berkilau.

Keesokan harinya saat akan berangkat ke tempat kerja, hujan turun dengan lebatnya. Jalan pun becek dan banyak genangan lumpur dimana-mana. Motor yang kemarin sore kinclong tanpa debu pun sampai di tempat kerja dalam keadaan belepotan lumpur, sudah tak tampak lagi kilauan yang sore sebelumnya saya lihat.

Saya terdiam, Semua pengorbanan waktu, tenaga dan ketelitian membersihkan motor musnah sudah. kecewa.. yah kecewa.. lebih baik tidak saya cuci motor kemarin

Tapi kemudian saya merenung, apabila semua orang mudah putus asa. Kemudian mereka berpikir malas belajar karena takut lupa lagi, malas makan takut nanti lapar lagi, malas bekerja toh nanti penghasilan akan habis lagi. Maka dunia tidak akan berputar.

Oleh karena itu, kondisi motor yang kotor tidak lantas membuat saya putus asa dan membuat saya memutuskan untuk tidak akan pernah mencuci motor lagi. Bahkan saya sadar dengan kondisi motor yang belepotan lumpur tersebut saya harus mencuci motor lagi agar motor saya kembali berkilau, walaupun untuk menjadi kotor lagi keesokan harinya. Motor menjadi kotor adalah keniscayaan, yang penting adalah upaya kita agar membuatnya bersih kembali.

 

Terinspirasi dari monolog Prie GS di Smart FM.

Categories: Tulis Aja Tags: , , ,