Archive

Posts Tagged ‘pengemis’

Mau banyak Uang sejak dini?

April 5, 2009 14 comments

Saat ini saya sedang mengelola sebuah warnet bernama MYNET di bilangan Kelapa Dua, Depok. Selama mengelola warnet ini banyak sekali pelajaran, pengalaman yang saya alami. Kesempatan kali ini saya akan menceritakan salah satunya mudah-mudahan pada kesempatan-kesempatan selanjutnya dapat saya ceritakan cerita lainnya.

Seperti layaknya warnet-warnet biasa, warnet yang saya kelola memberikan harga tarif yang tidak murahan tapi juga tidak membuat kantong kebocoran, Sesuai dengan harga pasaran lah, hanya dengan Rp. 4.000, siapa saja dapat menikmati satu jam penuh akses internet cepat sambil selonjoran, bisa sendiri, mengajak rekan atau pasangan, pokoknya dijamin nyaman.

Menilai uang Rp. 4.000 sangatlah relatif, buat sebagian sobat pembaca yang setia mungkin uang segitu mungkin bukan seberapa, tapi kalau buat adik saya yang masih sekolah SMA kelas 2 bisa saja uang itu sama dengan setengah uang saku yang diberikan kakak-kakaknya untuk satu hari.

Setiap selepas maghrib warnet yang saya kelola ini punya pelanggan-pelanggan tetap, rutin rajiin sekali datang mencicipi setiap game yang tersedia di warnet ini. Mereka bukan mahasiswa, usianya mereka masih seumur jagung, masih sering menyeka ingus dengan baju mereka. Apalagi anak orang kaya, baju mereka saja seperti belum diganti berhari-hari.

Tapi jangan salah mereka tidak main satu jam dua jam, mereka sempat main paket 5 jam. Tidak jarang pula sambil menghentak-hentakkan keyboard mereka berteriak, “Bang teh botolnya dua…”. Meskipun uang mereka usang-usang terkadang tampak terselip lembaran limapuluh ribu rupiah yang juga tampak lecek. Pernah saya mencuri dengar percakapan mereka, per hari pendapatan mereka 100 ribu-an. Artinya satu bulan kurang lebih Rp. 3.000.000,-. Wow… setara dengan gaji seorang lulusan S1 Fasilkom UI.

Itulah hasil didikan orang tua paling tega….

Taukah kamu siapa orang tua mereka?

Jalanan orang tua mereka….

Bukan gambar representatif, sumber: elviera23.wordpress.com

Bukan gambar representatif, sumber: elviera23.wordpress.com

Ada Anak Bertanya pada Bapaknya

September 5, 2008 Leave a comment

Anak: “Pak, untuk apa sih kita berlapar-lapar puasa?”

Bapak: “Lapar itu untuk mengajarkan kita untuk senantiasa rendah hati, Nak”

Anak: “Kenapa bisa begitu, Pak?”

Bapak: “Dengan lapar, kita bisa merasakan apa yang dirasakan pengemis-pengemis, pengamen-pengamen di jalan sana yang mungkin tidak makan selama beberapa hari”

Anak: “Tapi bukankah pengemis-pengemis penghasilannya besar, yang anak-anak kecil saja ada yang berpenghasilan Rp. 100.000 per hari. Malah ada kabar ada pengemis yang dari hasil mengemisnya bisa membeli rumah di kampungnya. Kok bisa lebih hebat dari kita ya pak yang masih ngontrak?”

Bapak: “Iya ya….?”

(terinspirasi dari lirik lagu Bimbo)